Sabtu, 12 September 2026

Provinsi Sumut Dilanda Cuaca Ekstrem, Gubernur Edy Rahmayadi Minta Seluruh Elemen Siap Siaga

Senin, 13 September 2021 19:00 WIB
Provinsi Sumut Dilanda Cuaca Ekstrem, Gubernur Edy Rahmayadi Minta Seluruh Elemen Siap Siaga
BERITASUMUT.COM/BS03
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta semua elemen masyarakat siap siaga terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam. Ini perlu menjadi perhatian karena dalam beberapa hari terakhir Sumut dilanda cuaca ekstrem.

Berdasarkan prediksi Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TReAK) di Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) curah hujan akan meningkat di bagian utara Indonesia pada September 2021. Hujan maksimum September terkonsentrasi di pesisir barat Sumatera bagian utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan timur serta Papua bagian utara.

Senada dengan hal tersebut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga telah mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir/kilat dan angin kencang di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Sumut. Karena itu, Gubernur Edy Rahmayadi berharap semua pihak termasuk masyarakat waspada dan berupaya mencegah terjadinya bencana.

Baca Juga:

Baca Juga : Sumut dan Aceh Diguncang Gempa Hingga 6 Kali Hari Ini

“Cuaca ekstrem sedang berlangsung, itu menuntut kita selalu waspada menghadapi bencana yang mungkin terjadi. Seluruh elemen baik pemerintah maupun non-pemerintah harus bisa bekerja sama dan memiliki koordinasi yang kuat untuk mengantisipasi terjadi bencana, sehingga kita bisa merespons dengan cepat dan tepat,” kata Edy Rahmayadi, usai Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan Bencana di Apron Charlie Lapangan Udara Soewondo Medan, Senin (13/09/2021).

Baca Juga:

{br] Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2020, Sumut berada di urutan ke-16 dari 19 provinsi yang masuk kelompok berisiko tinggi. Bila dipersempit lagi, ada 13 Kabupaten/Kota yang masuk ke dalam kelas risiko tinggi yaitu Gunungsitoli, Mandailingnatal, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Asahan, Sibolga, Labuhanbatu Utara, Padanglawas dan Labuhanbatu. Sementara 20 Kabupaten/kota lainnya berisiko sedang.

“Ada 13 daerah kita yang bila curah hujan tinggi rawan terjadi banjir dan tanah longsor. Karena itu, kita siapkan sekarang personel dan peralatan kita masing-masing. Bukan hanya di sini, saat apel, tetapi ditindaklanjuti ke chek point-chek point melihat kesiapan daerah masing-masing,” terang Edy Rahmayadi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Abdul Aris Lubis mengatakan, pada ‘Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan Bencana’ ini diperlihatkan berbagai peralatan untuk menghadap bencana seperti dapur bergerak, alat-alat berat seperti ekskavator, perahu karet, pendeteksi suara, pemotong besi dan baja, alat komunikasi dan lainnya. Ada juga alat pendeteksi kedalaman dari relawan serta kendaraan-kendaraan taktis untuk bencana.

Baca Juga : BMKG Luncurkan SIAM, INA-WIS, INA-DRIFT, dan INA-OPSMAR, Inovasi Pendukung Keselamatan Transportasi Udara dan Laut

"Apel ini bukan hanya sekedar memperlihatkan personel dan peralatan, tetapi mengingatkan kita akan kewaspadaan terhadap bencana terutama pada daerah-daerah yang rawan. Kemudian kita akan tindaklanjuti ke daerah-daerah dan menyosialisasikannya ke masyarakat," kata Aris.

[br] Sementara itu, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin mengatakan TNI telah mempersiapkan peralatan, personel dan tim reaksi cepat untuk penanggulangan bencana di Sumut. Dia berharap semua pihak siap ketika terjadi bencana. “Kita tentu tidak ingin terjadi bencana, tetapi ketika terjadi kita harus siap. Kami dari TNI sudah mempersiapkan personel terbaik kami, peralatan dan juga tim reaksi cepat,” terang Hassanudin.

Wakapolda Sumut Brigjen Dadang Hartanto menambahkan, kerja sama adalah kunci dalam menanggulangi bencana karena setiap elemen memiliki kelebihan masing-masing. “Kerja sama yang utama, baru kita petakan daerah rawan sehingga kita sudah stanby pada titik-titik rawan terbut, itu yang membuat respon kita bisa cepat bila terjadi bencana,” katanya.

Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan Bencana ini dihadiri oleh Pangkosekhanudnas III Marsma TNI Mohammad Nurdin, Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Achmad Wibisono dan Danlanud Soewondo Kol Pnb JH Ginting. Hadir juga OPD terkait Pemprov Sumut, SAR Medan, relawan bencana dan organisasi-organisasi non-pemerintah. (BS03)

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Jalan Longsor Pamah Semelir Langkat Mulai Diperbaiki Oktober
Gubernur Bobby Bersama Wapres Pastikan Pemulihan Kesehatan Siswa yang Diduga Keracunan MBG di Karo
Wapres RI Gibran Kunjungan Kerja ke Karo
Bobby Nasution Lepas Kafilah Sumut ke MTQ Nasional 2026 di Semarang
Gubernur Bobby Optimis Kerja Sama Kesehatan dengan Korsel Beri Manfaat Nyata
Gubernur Bobby Pastikan Penanganan Banjir di Jalan Letda Sujono Dimulai 2027
komentar
beritaTerbaru
hit tracker