Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Terkait adanya isu tentang insiden penembakan dan penusukan di Kabupaten Paniai Papua, Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI) menyatakan pihaknya memberikan sanggahan dan counter opini terhadap pernyataan Komnasham.
Hal ini diungkap Kordinator LAKSI Azmi Hidzaqi melalui siaran persnya, Rabu (04/03/2020). Menurutnya pihaknya membantah dan berharap proses hukum dilakukan secara objektif, transparan serta tidak berdasarkan intervensi dan tekanan kepada Kejaksaan Agung. "Kami tidak setuju dengan pernyataan yang telah disampaikan oleh Komnasham bahwa insiden di Kabupaten Paniai merupakan sebuah Pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh aparat militer kepada warga sipil. Pengusutan hukum yang berjalan saat ini marilah kita serahkan kepada Kejaksaan Agung," ungkapnya.
Dijelaskannya, hasil masukan Komnasham kepada Kejaksaan Agung merupakan pendapat lembaga Komnasham. "Kita punya pendapat yang berbeda soal kasus insiden penembakan dan penusukan ini agar tidak di kategorikan sebagai sebuah pelanggaran HAM berat. Investigasi Komnasham bukan satu-satunya hasil penyelidikan yang bisa dijadikan rujukan. Karenaya kami percaya proses penyidikan dan penegakan hukum oleh aparat Kejaksaan Agung dan Polda Papua sudah sangat objektif dan transparan sehingga menemukan titik terang," jelasnya.
Akibat pernyataan Komnasham di berbagai media, sambung Azmi, justru akan memancing reaksi internasional dan akan menyudutkan negara Indonesia di mata luar negeri. "Di dalam negeri juga akan menimbulkan sikap apatis dan kebencian kepada aparat keamanan yang sudah bekerja keras menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Papua," imbuhnya.
LAKSI pun meminta agar Komnasham lebih objektif dalam menetapkan insiden tersebut. "Apa yang dilakukan Komnasham justru akan mengganggu kondusifitas di Papua, kondisi Papua saat ini telah relatif kondusif. Mari kita ciptakan situasi keamanan yang damai dalam menghadapi persiapan Pekan Olahraga Nasional 2020 di Papua," tandasnya. (Rel)
Tags
beritaTerkait
komentar