Selasa, 09 Juni 2026

DPR RI Sebutkan Dua Bentuk Terorisme Yang Mengoyak Rasa Kemanusiaan

Jumat, 18 Mei 2018 19:15 WIB
DPR RI Sebutkan Dua Bentuk Terorisme Yang Mengoyak Rasa Kemanusiaan
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Hari ini, Jumat (18/05/2018), DPR RI kembali menyelenggarakan sidang paripurna di Senayan, Jakarta. Interupsi anggota DPR terjadi untuk menyoroti persoalan terorisme di dalam negeri dan luar negeri.
 
Anggota Komisi I DPR RI yang sekaligus Sekretaris Fraksi PKS, Sukamta, melalui siaran persnya, Jumat (18/05/2018) menyatakan, dalam waktu yang nyaris bersamaan, kita menyaksikan 2 bentuk terorisme kembali mengoyak rasa kemanusiaan kita. "Yang pertama serentetan aksi teror yang terjadi di dalam negeri seperti di Surabaya. Saya selaku pribadi sekaligus mewakili Fraksi PKS menghaturkan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan," ujarnya.
 
Saya mengimbau, sambung Sukamta, kepada segenap komponen bangsa Indonesia untuk menjadikan momen ini sebagai momentum bersatu padu bergandengan tangan mengokohkan NKRI dan melawan terorisme dengan segala bentuknya. "Ini bukan waktu yang baik untuk saling menuding satu dengan yang lain, sesama komponen yang anti dengan terorisme,” sambungnya. 
 
Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS ini juga menyebutkan terorisme yang kedua, yaitu terorisme yang dilakukan oleh sebuah negara yang memindahkan Kedubesnya dari Tel Aviv ke Yerusalem, Palestina. "Hal ini jelas menentang opini dunia bahkan melawan resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB. Ini adalah bentuk terorisme terhadap Palestina yang sampai hari ini masih dijajah. Hari-hari ini kita juga melihat penembakan terhadap ratusan warga tidak bersenjata, tidak berdaya, di dalamnya ada wanita dan anak-anak. Ini adalah teror yang sesungguhnya, yang dilakukan oleh sebuah negara yang direstui oleh negara besar," terangnya. 
 
Penembakan ini, tutur Sukamta. sama sekali tidak bisa dibenarkan karena ditujukan untuk warga sipil yang tak bersenjata dan tak berdaya. "Karena itu kami mendesak kepada pemerintah RI dan pimpinan DPR sendiri untuk menyerukan kepada dunia internasional agar membuat badan investigasi independen atas pembunuhan ratusan orang yang terjadi di Palestina. Kita berharap pemerintah Indonesia bersama segenap komponen bangsa bisa menyelesaikan terorisme di dalam negeri secepat-cepatnya dan semoga bangsa Indonesia juga mampu turut berpartisipasi secara signifikan agar persoalan terorisme terhadap Palestina tadi juga bisa diselesaikan," pungkasnya. (Rel)

Tags
beritaTerkait
Badan Legislasi DPR RI Kunjungi Kadin Sumatera Utara Bahas Penyusunan RUU Kadin
Reses DPR ke Polres Pematangsiantar, Hinca Pesankan ini ke AKBP Sah Udur
Terima Kunker Anggota Komisi I DPR RI, Kadis Kominfo Ilyas Sitorus Sampaikan Permasalahan Komunikasi dan Informasi di Sumut
Yusril Ungkap Peluang MK Batalkan Parliamentary Threshold
Bom Sisa Zaman Penjajahan Ditemukan di Tanjung Balai
Jenderal Rusia Tewas Dibom Ukraina, Putin Akui Kegagalan Keamanan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker