Sabtu, 20 Juni 2026

Proyek Bendungan Lau Simeme di Desa Sibiru-biru Masih Inventarisasi

Selasa, 03 Oktober 2017 21:30 WIB
Proyek Bendungan Lau Simeme di Desa Sibiru-biru Masih Inventarisasi
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Rencana pembangunan Bendungan Lau Simeme di Desa Sibiru-biru, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, oleh Pemerintah Pusat saat ini masih dalam tahap penyusunan dokumen perencanaan. Namun persoalan yang kini masih menjadi kendala utama adalah pembebasan lahan milik masyarakat sebelum proyek tersebut berjalan.
 
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Proyek Strategis Nasional di Sumatera Utara (Sumut) Binsar Situmorang mengatakan, sampai saat ini untuk proses pengerjaan Bendungan Lau Simeme Deli Serdang itu, masih menunggu proses penyusunan dokumen perencanaan yang melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK), selain dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-Pera). “Sekarang itu masih penyusunan dokumen perencanaan. Karena itu kan juga kawasan hutan, jadi harus melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Itu yang sekarang disiapkan Kementerian Pu-Pera,” ujar Binsar, Selasa (03/10/2017).
 
Adapun dokumen perencanaan yang dimaksud Binsar, diantaranya seperti pembebasan lahan milik masyarakat, kemudian juga soal dampaknya baik lingkungan maupun terhadap masyarakat setempat jika proyek tersebut dikerjakan. “Jadi perlunya itu (perencanaan matang), agar jangan sampai ada kesan masyarakat menjadi korban dari pembangunan. Karenanya masyarakat harus dilindungi haknya, tidak bisa diabaikan,” lanjutnya.
 
Dalam proyek strategis Nasional ini, sambung Binsar, pihaknya dari Pemerinta Provinsi (Pemprov) Sumut berperan dalam hal mengkoordinasikan hal ini ke pemerintah daerah. Agar bagaimana proyek berjalan, namun tidak menimbulkan banyak dampak negatif. Karena itu, harus ada manajemen tata kelola pemerintahan yang baik, harus Clean Government dan Good Governance. “Kita sebagai tim percepatan pembangunan proyek strategis Nasional di Sumut, tentunya mendorong agar proyek ini bisa terlaksana secepatnya. Sedangkan untuk datanya, harus kita inventarisasi dulu,” jelasnya.
 
Senada dengannya, Kepala Bappeda Provsu Ir Irman MSi mengatakan bahwa pengerjaan Bendungan Lau Simeme belum dapat dilakukan karena persoalan pembebasan lahan. Menurut Irman hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan perkembangan baru terkait pembebasan lahan dari Kabupaten Deli Serdang, dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang mengurusi persoalan pembebasan lahan tersebut.
 
Berdasarkan SK No.579 Menhut RI tahun 2014, lahan itu adalah tanah negara dengan status hutan produksi tetap (HPT). Sementara di lapangan masih ada lahan diusahai rakyat berupa tanaman dan pohon duku. Irman pun mengaku belum dapat memastikan kalau tahun ini proyek tersebut dapat ditenderkan. "Masih terkendala persoalan lahan. Persoalan pembebasan lahan ini yang bertanggungjawab BPN Deli Serdang karena hanya berada satu daerah. Tapi kalau lebih dari satu Kabupaten baru tanggungjawab BPN Sumut. Sampai saat ini kita belum mendapat informasi soal progres pembebasan lahan tersebut. Tapi kita sangat berharap pembebasan lahan ini segera tuntas agar bendungan Lau Simeme bisa segera beroperasi," harapnya.
 
Informasi dihimpun, proyek yang telah ditetapkan Presiden Jokowi sebagai proyek strategis nasional itu dibangun untuk lima manfaat, pertama sebagai sarana kendali banjir di Kota Medan dan Deliserdang untuk skala fungsi 25 tahunan ke 40 tahunan. Kedua, suplemen air baku PDAM Tirtanadi 3.000 liter per detik. Ketiga, sebagai sumber dan suplai pengairan untuk daerah irigasi Bandar Sidoras seluas 3.082 hektare dan daerah irigasi Lantasan 185 hektare. Keempat, sebagai suplai energi tambahan listrik (PLTA mini) sebesar 2,2 MW dan Kelima, sebagai sarana pariwisata tirta. 
 
Proyek bendungan besar itu akan meliputi sejumlah objek atau item pembangunan atau pekerjaan konstruksi, dengan detil peruntukan lahan yaitu tubuh bendung pada areal 16,48 hektare, wadah genangan 116,82 hektare, sabuk hijau (area vegetasi) 175,83 hektare, borrow area (areal pendukung) 69,94 hektare, fasilitas perkantoran 23,13 hektare, jalan masuk 6,7 hektare dan untuk relokasi pemukiman seluas 11,10 hektare. Secara geografis, lokasi bendungan atau area reservoar Lau Simeme ini berada di sekitar sembilan desa di kawasan Kecamatan Sibiru-biru (Deliserdang) yaitu Rumahgreat, Sarilaba. Sarilaba Julu, Sarilaba Jahe, Kualadekah, Bulugading, Sarilaba Trumbuh, Pertumbukan dan Kualasabah. Lima desa sekaligus menjadi desa terkena dampak proyek waduk besar ini yaitu Desa Kualadekah, Rumahgreat, Sarilaba Jahe, Mardinding Julu dan Desa Panen. (BS03)

Tags
beritaTerkait
Australia Juara Piala AFF U-19 2026, Sumut Sukses Tunjukkan Kapasitas Tuan Rumah Internasional
Judi Tembak Ikan Terus Beroperasi, Warga Sibiru-biru Minta Tindakan Tegas Kepolisian
Pertamina Sumbagut Gandeng BKKBN Dukung Pembangunan Keluarga dan Kesejahteraan Pekerja
Ramadan dan Idulfitri 2026, Pertamina Sumbagut-Ombudsman Sumut Pastikan Kesiapan Stok dan Layanan Energi
Komisaris Pertamina Tinjau KDMP dan Penguatan Distribusi LPG 3 Kg di Deli Serdang
Resmikan Desa Siaga Bencana, PLN UID Sumut Serah Terima Bantuan Program
komentar
beritaTerbaru
hit tracker