Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Pemerintah Pusat telah menggelontorkan dana desa 2017 sebesar Rp4.197.972.490.000 untuk 5.418 desa di 27 Kota/Kabupaten di Sumatera Utara (Sumut). Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,2 triliun. Oleh karena itu, Kepala Desa (Kepdes) diharapkan dapat memanfaatkan tenaga pendamping agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dapat terencana dan terkelola dengan baik.
“Kami mengimbau agar Kepala Desa harus memanfaatkan tenaga pendamping, mereka sebaiknya dilibatkan dalam penyusunan dan perencanaan APBDes. Sebab, selama ini masih ada Kepala Desa yang belum melibatkan tenaga pendamping,” ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bappemas) Sumut, Aspan Sofian, Rabu (22/2/2017).
Dijelaskan Aspan, dengan besarnya anggaran dana desa yang digelontorkan untuk tahun ini, maka diharapkan dengan melibatkan tenaga pendamping, maka pengelolaan APBDes akan semakin baik. Apalagi, berdasarkan data yang dilansir website Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan, Nias Selatan mendapat alokasi dana desa tertinggi sebesar Rp346 milliar untuk 459 desa, kemudian Deli Serdang Rp303 milliar untuk 380 desa, Simalungun Rp294 milliar untuk 386 desa, Paluta Rp288 milliar untuk 387 desa, dan Madina Rp284 milliar untuk 377 desa.
“Makanya kabupaten/kota kami harapkan juga dapat pro aktif untuk membina pendamping. Hingga saat ini memang kami akui jumlah pendamping desa di Sumut masih sangat kurang,” katanya.
Berdasarkan jumlah pendamping desa yang ada saat ini, dari 5.418 desa di Sumut, jumlah tenaga ahli sebanyak 145 orang, jumlah pendamping desa tingkat kecamatan sebanyak 662 orang, dan jumlah pendamping lokal desa sebanyak 1.295 orang, sehingga total pendamping itu hanya 2.102 orang,” sebut Aspan sembari menambahkan untuk pendamping tingkat Provinsi hanya tercatat sebanyak 12 orang.
Di sisi lain kata Aspan, pihaknya juga berharap agar Kepdes dapat membina dan membentuk Badan Usama Milik Desa (BUMDes) sehingga bisa menambah pendapatan asli daerahnya juga dapat membuka lowongan kerja.
“Kalau ada BUMDes yang baik itu bisa menambah PAD Desa, contohnya seperti Desa Gudang Garam di Serdang Bedagai tahun ini mereka dapat penghargaan sebagai desa terbaik kategori inovasi, sebab dengan BUMDes nya mampu memperkerjakan sebanyak 17 orang warga sekitar. Makanya, kita harap Kepala Desa juga dapat memperhatikan BUMDes ini,” pungkas Aspan.(BS03)
Tags
beritaTerkait
komentar