Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Berdasarkan rencana anggaran untuk Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan pada 2017 sebesar Rp 233,202 miliar. Untuk ruang tata hijau sebesar Rp 11,845 miliar, lampu penerangan jalan umum Rp 21,779 miliar dan area pemakaman Rp 1 miliar.
Hal tersebut dikatakan Kadis Pertamanan Kota Medan Zulkifli Sitepu yang mengaku program kerja (progja) di tahun 2017 masih sama dengan tahun 2016.Zulkifli telah memaparkan hal itu di hadapan anggota DPRD Medan di ruang rapat Komisi D Gedung DPRD Medan, Selasa (27/12/2016) kemarin.
Zulkifli menyebut programnya tak ada yang berubah, apalagi baru. Kemudian ia mengatakan mata anggaran Dinas Pertamanan berkurang mengingat pada 2017, SKPD ini digabung dengan Dinas Kebersihan."Kerja kita itu seperti ruang tata hijau, survei, pengadaan kerja taman, pembuatan air mancur, aksesoris taman dan lampu hias.Kemudian perawatan taman segitiga, penata laboratorium kebun bibit, pengadaan pupuk, rehab taman kebun bunga, pengecatan dan lainnya," sebutnya saat dihubungi, Rabu (28/12/2016).
Menyikapi tanggapan pertanyaan sejumlah anggota DPRD Medan, Zulkifli menganggap itu adalah sebuah masukan. Seperti, katanya, soal penerangan lampu di sepanjang Jalan KL Yosudarso menuju ke Belawan yang katanya banyak yang padam. Pihaknya akan menindaklanjuti sebagai program kerja ke depan. Karena, sebutnya, di Kota Medan ini ada sekitar 80.000 titik lampu jalan yang masuk dalam pengawasan Dinas Pertamanan Kota Medan.
Sementara itu, anggota DPRD Medan Komisi D Godfried Lubis mengatakan, saat pembahasan RAPBD 2017 kemarin, ia menyarankan agar Dinas Pertamanan Kota Medan tidak mempergunakan anggaran untuk mengelola yang bukan menjadi aset Pemko Medan.
"Seperti Cadika. Itu bukan lagi aset Pemko karena sudah kalah. Jangan lagi anggaran untuk kesana. Seperti Dinas Kebersihan, membangun tempat pembuangan sampah di lahan yang bukan milik Pemko. Ujung-ujungnya, lahan itu diambil pemiliknya padahal sudah dibangun dan Dinas Kebersihan sudah tau itu bukan lahan Pemko, ngapain dibangun," usulnya.
Menurut Godfried, anggaran akan sia-sia jika hal itu terus menerus dilakukan oleh Dinas Pertamanan. "Sebab anggaran Rp233 miliar itu bukanlah angka yang sedikit," pungkasnya. (BS03)
Tags
beritaTerkait
komentar