Sabtu, 25 April 2026

Sumut Masih Kekurangan Pendamping Desa

Minggu, 06 November 2016 17:36 WIB
Sumut Masih Kekurangan Pendamping Desa
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Pendamping Desa.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Tahun 2016 ini direncanakan akan kembali dibuka perekrutan pendamping desa. Hal ini menyusul masih kurangnya Pendamping Desa (PD) di sejumlah Kabupaten/Kota di Sumut. "Perekrutan pasti tetap ada karena memang belum tercukupi. Kemungkinan besar 2016 ini ada perekrutan tahap dua," ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Sumut Amran Uteh, Minggu (06/11/2016).
 
Dikatakan Uteh dirinya belum mengetahui kepastian waktu perekrutannya. Begitu juga halnya dengan jumlah yang nantinya bakal direkrut. Hanya saja lanjut Uteh untuk pedamping desa di sumut diakuinya memang masih banyak dibutuhkan termasuk juga Tenaga Ahli (TA) Pendamping Desa maupun Pendamping Lokal Desa (PLD).
 
"Kekurangan persisnya saya belum paham. Tapi masih kuranglah kalau TA ada sekitar 17 lagi, kalau PD 200-an lebih. Pedamping lokal desanya untuk tahun ini masih empat desa satu orang. Ya seharusnya kedepan satu desa satu orang,"ujarnya lagi.
 
Masih menurut Uteh, terkait perekrutan PD, pihaknya nantinya akan mendapat informasi dari kementerian terkait. Untuk perekrutan ini lanjut Uteh dilakukan oleh pemerintah pusat dan pihaknya hanya bersifat membantu saja."Perekrutan oleh pemerintah pusat karena dana juga orang itu yang punya,"pungkasnya.(BS03)
 

Tags
beritaTerkait
Pertamina Sumbagut Gandeng BKKBN Dukung Pembangunan Keluarga dan Kesejahteraan Pekerja
Ramadan dan Idulfitri 2026, Pertamina Sumbagut-Ombudsman Sumut Pastikan Kesiapan Stok dan Layanan Energi
Resmikan Desa Siaga Bencana, PLN UID Sumut Serah Terima Bantuan Program
Bank Sumut Rayakan Natal: Semangat Kasih Perkuat Empati Sosial, Etos Kerja, dan Persaudaraan
Ratusan Petugas Dikerahkan, PLN Sumut Perkuat Siaga Kelistrikan Akibat Cuaca Ekstrem
Empat Kabupaten di Sumut Dilanda Bencana Banjir dan Longsor Secara Bersamaan, 8 Orang Meninggal
komentar
beritaTerbaru
hit tracker