Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi meminta penanganan dan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi erupsi Gunung Sinabung harus melibatkan pendampingan BPKP, Pemprovsu, Kajari, TNI dan Polri dalam aspek pelaksanaan teknis, administrasi dan keuangan.
Arahan Gubsu itu disampaikan melalui Sekda Provsu Hasban Ritonga selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumut dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Bencana Gunung Sinabung di Kantor Gubsu, Rabu (26/10/2016).
Pelibatan pihak-pihak tersebut dimaksudkan agar pelaksanaan dan penanganannya lebih transparan dan menghindarkan terjadinya konflik. Gubsu juga meminta dilakukan percepatan relokasi warga pengungsi dari posko ke hunian sementara (huntara) sebelum Desember 2016. Jumlah desa yang ada di Posko Pengungsian saat ini sebanyak sembilan desa atau 1.682 kk yang tersebar di 9 titik Posko pengungsian yang disiapkan oleh Pemkab Karo.
Lokasi Huntara yang telah disiapkan enam lokasi yaitu di Desa Ndokum Siroga, Desa Terung Peren Jandimeriah, Desa Sukandebi dan Desa Lingga Julu.
Persoalan utama yang dibahas dalam rakor Relokasi Tahap I di Kecamatan Siosar yang menampung 370 KK, Relokasi Tahap II yaitu relokasi mandiri bagi 1.682 KK dan permasalahannya (Bantuan Dana Rumah (BDR) dan Bantuan Dana Lahan Usaha Tani (BDLUT), Penanganan pengungsi di Posko pengungsian melalui pembangunan Hunian Sementara (Huntara),
Pendataan Pengungsi dan Calon Penerima Bantuan Lahan dan rumah relokasi mandiri sesuai SK Bupati Karo no. 361/139/BPBD/2016. Selain itu dIbahas juga perambahan untuk lahan pertanian oleh Pengungsi dan masyarakat lain di Kawasan TAHURA. Disamping itu, Pengawasan Zona Merah (3-5 km) tetap diprioritaskan dimana diketahui terdapat Pembangunan sekolah di Zona Merah. Persoalan lain yaitu Sertifikasi lahan dan permukiman di Kawasan Siosar -1 serta Pendampingan BPKP dan Kejaksaan Negeri dalam administrasi dan bantuan keuangan/hibah BNPB pada APBD Kabupaten Karo.
Skema bantuan relokasi mandiri senilai Rp 110 juta per keluarga yang terdiri atas Bantuan Dana Rumah (BDR) Rp 59.4000.000 dan Bantuan Dana Lahan Usaha Tani (BDLUT) senilai Rp 50.600.000. Berdasarkan SK Bupati Karo No 361/139/BPBD/2016 Jumlah penerimaan bantuan relokasi mandiri sebanyak 1.682 kk terdiri atas 778 KK warga Desa Guru Kionayan, 611 KK Desa BerasTepu, 155 kk des Gamber dan 108 kk Desa Kuta Tonggal.
Berdasarkan laporan BPBD Karo, progress BDR Minggu ke III bulan Oktober 2016 sebanyak 438 KK atau 26% sudah menetapkan pilihan dan sudah diverifikasi dan 74% atau 1.244 sedang menetapkan pilihan.Sedangkan lokasi BDLUT 37% sudah menetapkan pilihan dan diverifikasi dan sisanya, 63% atau 1.064 kk sedang proses pilihan.
Progress sampai minggu ketiga Oktober 2016 realisasi pencairan dana Bantuan dana rumah (BDR) dan Bantuan Dana Lahan Usaha Tani (BDLUT) total mencapai Rp18.190.800.000 untuk 322 Kepala keluarga yang tersebar di empat desa yang terkena dampak musibah Sinabung. Keempat desa tersebut yakni Desa Gurukinaya 160 KK sudah tersalurkan bantuan BDR dan BDLUT dengan total Rp8.173.000.000, Desa Berastepu 14 KK Rp726.000.000, Desa Gamber 136 KK Rp 8.471.600.000 dan Desa Tonggal 12 KK Rp820.200.000.(BS03)
Tags
beritaTerkait
komentar