Minggu, 21 Juni 2026

Pemerintah Perlu Siapkan Langkah Antisipatif atas Lolosnya Dua WNI dari Sandera Abu Sayyaf

Sabtu, 20 Agustus 2016 10:08 WIB
Pemerintah Perlu Siapkan Langkah Antisipatif atas Lolosnya Dua WNI dari Sandera Abu Sayyaf
beritasumut.com/ist
Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Rofi Munawar
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Rofi Munawar menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif atas keberhasilan dua sandera WNI yang lolos dari sekapan kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

"Kita bersyukur dua orang sandera WNI berhasil kabur dari sekapan kelompok Abu Sayaf. Namun, kejadian tersebut dikhawatirkan akan membuat kelompok Abu Sayyaf melakukan respon yang tidak diharapkan terhadap sandera yang masih tersisa. Karenanya, Pemerintah harus segera bertindak dan merespon cepat," ucap Rofi, Sabtu (20/08/2016).

Diketahui, Militer Filipina mengatakan pada hari Rabu (17/8) bahwa pasukannya menemukan sandera Indonesia yang disebutkan bernama Ismail, di Bual, Luuk, provinsi Sulu. Sembilan jam setelahnya ditemukan Muhamad Sufyan, satu dari tujuh awak TB Charles yang diculik kelompok Abu Sayyaf. Kedua WNI ini berhasil melarikan diri dari para penyekapnya.

Rofi menyadari bahwa langkah pembebasan sandera tidaklah mudah, karena perlu menghadapi teritori yang sulit dan adanya kendala diplomasi. Tapi dari apa yang berkembang hingga saat ini perkembangan yang dihasilkan belum memuaskan. Oleh karena itu, nilai Rofi, perlu ada usaha yang lebih intensif untuk membuka jalur non formal dan memberdayakan jejaring yang ada. Selain itu, perlu juga melakukan operasi intelijen dan membuka opsi infiltrasi militer segera.

"Dengan keberhasilan dua orang sandera  lolos dari sekapan kelompok abu sayyaf, sesungguhnya menjadi peluang bagi pemerintah Filipina dan Indonesia untuk melakukan langkah-langkah pembebasan yang lebih terukur. Informasi bisa didapatkan lebih mudah," ujar Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini.

Rofi menambahkan, Pemerintah tidak bisa hanya menunggu kejutan-kejutan peristiwa atas penyanderaan yang saat ini masih terjadi. “Dengan kejadian ini, seharusnya Pemerintah Filipina membuka jalur yang  lebih lunak untuk mengikutsertakan militer Indonesia,” tegas Rofi.

Mayor Filemon Tan dari Komando Mindanao mengatakan, sejauh ini Abu Sayyaf masih menahan 15 sandera asing, termasuk seorang warga Norwegia, seorang warga Belanda, lima orang Malaysia dan delapan orang Warga Negara Indonesia. Selain itu, militan juga menyandera delapan warga Filipina di persembunyian mereka di hutan belantara Filipina Selatan.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Kapuspen TNI: Pilot Susi Air Philip Mark Martein Yang Disandera OPM Telah Berhasil Dibebaskan
Kemlu Serah Terimakan Empat ABK Korban Penyanderaan Abu Sayyaf ke Keluarga
KSB Sandera Pesawat di Kabupaten Puncak Papua
Lagi, Satgas TNI RDB MONUSCO Selamatkan dari Perampok Bersenjata di Kongo
Ketua Fraksi PKS Angkat Topi untuk TNI/Polri Yang Berhasil Bebaskan Sandera di Papua
Polda Sumsel Tangkap Dua Orang Diduga Terkait Bom Surakarta Jaringan Teroris Abu Faisal
komentar
beritaTerbaru
hit tracker