Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com)
Batik ialah salah satu cara pembuatan bahan pakaian yang mengacu pada dua hal, yang pertama teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagaian dari kain. Kedua, kain atau busana yang dibuat, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan.
Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai warisan kemanusian untuk budaya lisan nan Non bendawi sejak 2 Oktober 2009.
Baca Juga:
Hal ini disampaikan Walikota Medan Rahudman Harahap disampaikan Kepala Dinas Koperasi UMKM Tunggar Harahap pada saat membuka acara Kegiatan Pelatihan Kerajinan Batik di Mess Naniko, Jalan Kutilang, Medan, Selasa (10/12/2012).
"Keberadaan Batik di Indonesia memang merupakan kekayaan budaya yang telah turun tenmurun diwariskan oleh nenek moyang kita sejak dahulu. Kedudukan Batik dahulunya adalah untuk keperluan adat dan menjadi pakaian sehari-hari di daerah Jawa. Kini telah menyebar hingga ke daerah Sumatera Utara dan belahan Indonesia Bagian Tengah dan Timur. Kini kita telah mengenal dan melihat ragam motif Batik dari berbagai daerah di Indonesia," ungkapnya.
Baca Juga:
Selain itu, Batik kini telah dimodifikasi dengan corak-corak yang lebih modern, perpaduan warna yang semakin cerah serta desain yang beraneka ragam pola. Kini Batik tidak hanya terpaku pada pakaian saja, namun pada tas, taplak meja, seprei, bahkan sepatu dan lain sebagainya.
Di Medan sendiri batik cukup digemari,terlihat dari pilihan masyarakat terhadap batik telah meningkat dari sebelumnya, karyawan/karyawati BUMN dan swasta serta Pegawai Negeri Sipil mengenakan batik pada hari tertentu.
Melihat potensi tersebut, Pemko Medan melalui Dinas Koperasi dan UMKM mencoba membangkitkan gairah para pengrajin batik untuk terus berkarya demi kelestarian batik serta untuk meningkatkan penghasilan pada level Usaha Mikro Kecil Menengah. Maka pelaksanaan pelatihan kerajinan batik ini, agar terciptanya sinergitas antara pengrajin batik dengan pemerintah kota.
"Saya berharap agar seluruh peserta bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini, karena ini merupakan kesempatan bagi saudara-saudara untuk menambah ilmu dan keterampilan,"tegasnya.
Kabid Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi Pemko Medan Pendidikan Hasibuan menjelaskan, maksud dan tujuan dari pelaksankaan pelatihan kerajinan batik ini untuk menambah ilmu pengetahuan, memotivasi para pelaku UMKM untuk mengembangkan kemajuan pembatikan di Indonesia khususnya di Kota Medan.
Jumlah peserta 25 orang yang direkrut dari para pelaku UMKM di Kota Medan, sedangkan para nara sumber dari Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Kegiatan kerajinan ini berlangsung mulai 10 sampai dengan 14 Desember 2012 di Mess Naniko, Jalan Kutilang, Medan. (BS-024)
beritaTerkait
komentar