Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com)
Pertanian Indonesia khususnya Sumatera Utara, menghadapi sedikitnya 5 persoalan pokok yang harus segera diatasi, di antaranya penurunan kualitas dan kuantitas lahan pertanian, kurangnya infrastruktur pendukung, kelemahan sistem alih teknologi, akses permodalan, dan panjangnya matarantai niaga hasil pertanian.
“Dan persoalan terakhir itu yang paling pelik, karena pada akhirnya petani tidak bisa mendapatkan harga jual yang baik, bahkan untuk sekadar menutupi ongkos produksi mereka,†ujar Tokoh Masyarakat Sumut RE Nainggolan saat mengunjungi petani jagung di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (29/11/2012).
Baca Juga:
Kelima persoalan mendasar itulah yang menurutnya menjadikan pertanian Indonesia mengalami kelesuan, padahal sejatinya Indonesia adalah salah satu negara agraria terbesar di dunia.
“Pemerintah provinsi, dengan bekerjasama dengan pemerintah kabupaten dan kota, dan tentu saja dengan dukungan pemerintah pusat, harus bekerja keras untuk mengatasi persoalan itu, dengan merumuskan kebijakan dan prioritas anggaran ke sektor pertanian, terutama di pedesaan,†ujar mantan Sekdaprov Sumut yang maju menjadi Cawagub Sumut mendampingi Amri Tambunan itu.
Baca Juga:
Saat melakukan kunjungan tersebut, RE Nainggolan juga mendengar secara langsung harapan petani jagung yang menginginkan harga jual lebih tinggi di pasaran sehingga mereka bisa mendapatkan keuntungan untuk menutupi biaya produksi dan kebutuhan sehari-hari.
“Dengan harga jual Rp2.100 per kg seperti sekarang, kami nyaris tak dapat untung Pak, tipis sekali. Bagaimanalah caranya, Bapak-bapak di pemerintahan bisa membuat harga lebih baik, sehingga kami pun lebih semangat dalam bekerja,†ujar Pak Rame (67), salah seorang petani.
Hal tersebut diamini Ngadian, petani lainnya, yang mengungkapkan petani tak punya kekuatan untuk menentukan harga. “Kami tinggal terima saja, berapa harga yang diberikan pembeli,†katanya.
Ngadian juga berharap, agar pemerintah punya perhatian terhadap petani seperti mereka. “Janganlah orang dilarang pergi ke kota, tetapi pertanian di desa tidak diperhatikan,†ujarnya sembari menyampaikan keyakinannya bahwa duet Amri dan RE akan memberi perhatian besar kepada sektor pertanian mengingat mereka pernah menjadi pemimpin di daerah. (BS-002)
beritaTerkait
komentar