Australia Juara Piala AFF U-19 2026, Sumut Sukses Tunjukkan Kapasitas Tuan Rumah Internasional
Australia U19 keluar sebagai juara Piala AFF U19 2026 setelah menaklukkan Thailand dengan skor 20 pada laga final di Stadion Utama Sumate
Berita
beritasumut.com -Keluarga korban Ibu Irma Liana (ibu Almarhum Ayi Irmawan) didampingi oleh KontraS Sumut melakukan aksi demo simbolis di depan Polrestabes Jalan HM Said Medan. Aksi tersebut dilakukan atas dasar lambatnya proses
penegakan hukum dan tidak kooperatifnya penyidik dalam menyelesaikan kematian almarhum Ayi Irmawan.
"Kasus kematian Ayi telah berjalan selama 3 tahun tapi belum ada penyelesaian yang jelas. Saya sudah melakukan berbagai upaya untuk mendorong kasus ini, tetapi tidak berjalan secara serius," ucap ibu Irma dalam orasinya, Kamis (18/8/2022).
Sebelumnya, ibu korban telah membuat pengaduan ke Kontras Sumut pada 14 Juni 2022 terkait mandeknya proses hukum atas kasus dugaan penganiayaan berat yang menyebabkan kematian anaknya Ayi Irmawan pada 2019 silam.
Kasus kematian Ayi Irmawan mengandung banyak skenario, Irma Liana menduga bahwa kasus ini mau direkayasa sedemikian rupa dan diarahkan ke lakalantas. Penyidik bahkan sudah menggali kuburan anjing sebagai alasan anaknya mengalami kecelakan motor.
"Padahal hingga sekarang tidak pernah ada bukti sepeda motor sebagai sebab
anak saya meninggal," tambah Ibu Irma.
[br] Kata dia, kematian Ayi Irmawan bermula atas ajakan dari temannya terkait ada pertandingan tenis meja, Ayi yang merupakan altet tenis meja menerima ajakan itu. Bahwa pada tanggal 10 Maret 2019 tepat pukul 15.00 WIB, Ayi menelpon Ibu Irma agar pukul 12.00 WIB malam dipesankan travel, katanya ia mau ke Medan untuk bertanding tenis meja di kampusnya di tanggal 11 Maret 2019 pagi hari.
Padahal pada saat itu kampus tengah libur dan setelah diselidiki oleh Ibu Irma, bahwa tidak ada pertandingan tenis meja yang diselenggarakan oleh pihak kampus.
Sejak keberangkatan almarhum Ayi ke Medan, Ibu Irma yang memang terbiasa menelpon anaknya pada saat kesulitan berkomunikasi dengan almarhum. "Ponsel Ayi berdering tetapi tidak ada yang mengangkat, saya terus menerus menelpon tetapi tidak ada yang mengangkat, hingga ada salah satu temannya mengangkat kemudian dimatikan, saya telepon lagi diangkat dan dimatikan begitu seterusnya. Saya terus-menerus menelepon dan akhirnya seorang bernama Aldi mengangkat telpon, lalu saya dengan memaksa minta alamat keberadaan anak saya di mana," paparnya.
Almarhumum kemudian dijemput Ibu Irma dalam keadaan kritis di suatu kosan di daerah Medan Johor, dengan badan penuh dengan luka-luka pada bagian tangan, dada, muka dan kepala, kemudian dibawa dan dirawat di RS Royal Prima, namun hanya berselang satu hari pada 12 Maret 2019 malam korban dinyatakan meninggal.
Ibu Irma mengatakan, bahwa kematian putranya sangat tidak wajar, oleh sebabnya ia melaporkan kasus itu ke Polrestabes Medan "Kematian Ayi tidak Wajar ada luka-luka pada bagian kepala, tangan dan badannya penuh luka lebam seperti bekas pukulan," paparnya.
Ibu Irma membuat laporan kasus dugaan pembuhan terhadap anaknya pada 27 Maret 2019 bendasarkan No: STTPL/290/III/SPKT Restabes Medan. sudah sejak 2019. "Saya sudah mencari keadilan atas kasus meninggalnya anak saya, tapi hingga sekarang belum ada tanda-tanda proses hukum di Polrestabes Medan atas perkara itu akan selesai, " ujarnya.
Atas laporan itu sudah dipanggil dan diperiksa saksi-saksi dan kuburan korban juga telah dilakukan ekhumasi tetapi pihak kepolisian belum juga menetapkan tersangka atas perkara tersebut.
[br] Rifky Ananda SH, Staff Advokasi KontraS Sumut, mengatakan, kasus ini bukan kematian biasa, ada kejanggalan atas kematian korban. "Kta menduga bahwa korban telah dianiaya sebelumnya hingga kemudian dia sakit dan meninggal," tegas Rifky.
Selain itu, upaya proses hukum kasus ini tidak mencapai titik terang karena dugaan adanya intervensi dari para terduga pelaku.
Menurut Ibu Irma ada salah seorang terduga pelaku yang saat ini sudah menjadi polisi, selain itu ia juga diduga memilki deking yang kuat di belakangnya. "Sehingga menduga proses hukum menjadi kabur dalam selama ini," tambah Rifky.
Lamanya proses penegakan hukum oleh penyidik diduga ada permasalahan
administrasi di sana. "Patut diduga ada persoalan administratif dalam perkara ini mengingat proses hukum yang sudah berjalan tiga tahun tetapi tidak ada tanda-tanda penyelesaian. Penyidik sebelumnya juga sudah dilaporkan kepada Propam Polda Sumut dan dinyatakan bersalah secara etik karena dianggap bekerja tidak profesional," beber Rifky.
Larutnya situasi penegakan hukum atas kasus ini tentunya membuat rasa kepastian hukum dan keadilan keluarga korban digantungkan begitu saja oleh Polrestabes Medan.
"Janganlah bersikap tidak profesional dan tidak kooperatif kepada keluarga korban, masyarakat bergantung kepada kepolisian untuk mencari keadilan, citra kepolisian akan semakin baik jika masyarakat dilayani dengan bagus," terang Rifky.
Sebelumnya, KontraS Sumut juga telah membuat pengaduan tertulis. "Kita sudah menyurati Polrestabes, Bareskrim Mabes Polri jika perlu dan instansi-terkait lainnya untuk bisa mendorong penyelesaian kasus ini kembali, namun belum membuahkan hasil, oleh sebabnya aksi ini dilakukan," pungkasnya.(BS06)
Australia U19 keluar sebagai juara Piala AFF U19 2026 setelah menaklukkan Thailand dengan skor 20 pada laga final di Stadion Utama Sumate
Berita
Cahaya lilin perdamaian menerangi Lapangan Benteng Medan pada perayaan Waisak 2570 BE/2026, Sabtu malam (13/6/26).
Peristiwa
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat upaya pengawasan dan penertiban aktivitas tambang ilegal dengan mengga
Politik & Pemerintahan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan tenaga kerja masa depan d
Politik & Pemerintahan
Judi terbesar di Jalan Tengku Fachrudin, Desa Tanjung Garbus I, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang, Selasa (9/6/2026).
Berita
Maraknya judi ketangkasan tembak ikan logo "AB" di wilayah Kecamatan Hamparan Perak, menuai sorotan tajam. Dalam hal ini, Polsek Hamparan Pe
Peristiwa
Satu pekan setelah isu Diskotik Krypton di Jalan Gajah Mada mencuat kembali, tekanan dari masyarakat semakin memuncak. Warga Kelurahan Babur
Peristiwa
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa tata kelola yang kuat menjadi fondasi peningkatan kualitas layanan ketenagakerjaan. Kar
Ekonomi
Aliansi Mahasiswa Peduli Masyarakat Sumatera Utara (AMPMSU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolrestabes Medan, Selasa (2/6/2026). Dalam
Peristiwa
Masyarakat yang gerah dengan maraknya peredaran narkoba di Jalan Jermal 7 Ujung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang dan bandar
Peristiwa