Bamsoet Masuk Komisaris Independen LPKR, Lippo Karawaci Umumkan Susunan Direksi Baru
Lippo Karawaci menunjuk Bambang Soesatyo sebagai Komisaris Independen dan Indra Yuwana sebagai Presiden Direktur dalam RUPST 2026.
Ekonomi
Beritasumut.com-Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Ceko untuk Indonesia di Jakarta dan Kadin Sumatera Utara (Sumut) mengadakan pertemuan di kantor Kadin Sumut, Jalan Sekio Baru, No.16, Medan. Pertemuan ini dalam rangka berdiskusi mengenai hubungan antara kedua negara dalam penguatan kemitraan ekonomi, perdagangan dan investasi melalui Kedubes Republik Ceko di Jakarta dan Kadin Sumut.
Duta Besar (Dubes) Republik Ceko untuk Indonesia, Yang Mulia Jaroslav DoleÄek didampingi oleh Jakub ÄŒerný, Bagian Ekonomi Kedutaan Besar Republik Ceko dan Jana HorÄiÄková, Asisten Kedutaan Besar Ceko, sedangkan Kadin Sumut dihadiri Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Pemberdayaan Daerah M Santri A Sinaga dan Direktur Eksekutif Kadin Sumut Hendra Utama beserta Staf Sekretariat Kadin Sumut Bagian Perdagangan Internasional Riza Ashadi.
Baca Juga : Bertemu Presiden, Ketum Kadin Laporkan Penyelenggaraan Munas dan Perkembangan Vaksin Gotong Royong
Dalam kesempatan itu, Jaroslav mengungkapkan jika para pengusaha asal Republik Ceko yang bergerak di bidang water treatment, water waste management, waste to energy sangat tertarik untuk berinvestasi dalam perbaikan masalah lingkungan hidup di Indonesia.
Baca Juga:
[br] Pertemuan ini, lanjutnya, merupakan penjajakan awal untuk kegiatan kunjungan Menteri Lingkungan Hidup Republik Ceko yang akan berkunjung ke Indonesia pada bulan Juni serta membawa pengusaha dari Republik Ceko dalam misi kegiatan Forum Bisnis, Business to Business di beberapa kota besar di Indonesia, seperti kota Bandung, Medan, dan Banda Aceh.
"Untuk itu Kedutaan Besar Ceko sangat mengharapkan kesediaan Kadin Sumut untuk berpartisipasi bersama para pengusaha dan dunia usaha Sumut dan bermitra dengan para pengusaha dari Republik Ceko," ujar Jaroslav.
Menanggapi hal tersebut, Kadin Sumut menyambut baik kedatangan Dubes Ceko ke Sumut dan kegiatan forum bisnis yang akan dilaksanakan nantinya pada bulan Juni. Hal ini sangatlah tepat, mengingat Provinsi Sumut merupakan salah satu Provinsi terbesar di Indonesia, serta memiliki 33 Kabupaten/Kota.
“Danau Toba termasuk salah satu dari program destinasi wisata Nasional selain Bali dan Labuan Bajo,Nusa Tenggara Timur dan produk Sumatera Utara terutama dari Kelapa Sawit (palm oil), coklat, karet merupakan produk ekspor unggulan,†jelas Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Pemberdayaan Daerah Santri A Sinaga.
[br] Sementara itu, Direktur Eksekutif Kadin Sumut Hendra Utama menjelaskan bahwa Sumut memilki Kawasan Ekonomi Khusus (Special Economic Zone) yaitu Kawasan Industri di Sei Mangkei, Simalungun dan Kawasan Industri di Kuala Tanjung, Batubara. Beberapa perusahaan asing telah beroperasi di Kawasan Sei Mangkei. Kawasan Industri lainnya juga ada di Medan dan Deli Serdang.
Isu yang terkini adalah mengenai sampah di wilayah Kota Medan dan sekitarnya. Hal ini juga dapat menjadi salah satu peluang di bidang lingkungan hidup, Kadin sangat optimis pengusaha Ceko dan Sumut dapat segera memanfaatkan peluang ini dalam hal pengelolaan limbah menjadi energi terbarukan (renewable energy), sebagai informasi bahwa ada beberapa investor yang melakukan kerjasama dengan partner lokal, seperti dari negara Jepang, Korea, dan China.
"Untuk Pariwisata bagi kawasan Danau Toba, sangat menarik apabila pengusaha Ceko dapat berinvestasi di bidang pariwisata dan juga dapat mentransfer teknologi untuk penjernihan air di Kawasan Danau Toba," terangnya.
[br] Sebagai informasi, Republik Ceko merupakan negara di kawasan Eropa Tengah dan Timur, memiliki luas 74.141 km2 dengan jumlah penduduk sebesar 10,5 juta jiwa, 93% penduduknya menikmati pelayanan air dengan kualitas tinggi, sehingga air kran dapat langsung diminum tanpa perlu dimasak kembali. Di samping itu, Ceko dikenal dengan industri pariwisata dan keindahan kota bersejarah, dialiri sungai Vlatva yang jernih dan tidak terlepas dari teknologi penjernihan air (water treatment) serta pengolahan air limbah yang dimilikinya.
Di tempat terpisah, Ketua Kadin Sumut, Ivan Batubara sangat mendukung rencana dari Kedutaan Besar Ceko untuk melaksanakan kegiatan Forum Bisnis."Forum Bisnis ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan kerjasama antara Indonesia dan Ceko khususnya di bidang lingkungan hidup dan pariwisata baik kerjasama teknologi maupun dari segi investasi," ungkapnya.
Oleh karena itu, menurut Ivan kita perlu membenahi sektor dan isu strategis mengenai sampah, limbah dan kebersihan kota serta destinasi wisata (tourism) dengan bermitra dengan negara lain yang sudah lebih maju, khususnya dari segi teknologi, salah satunya Ceko.(BS09)
Baca Juga:
Lippo Karawaci menunjuk Bambang Soesatyo sebagai Komisaris Independen dan Indra Yuwana sebagai Presiden Direktur dalam RUPST 2026.
Ekonomi
beritasumut.com Sidang perdana perkara pembatalan perdamaian (homologasi) yang diajukan oleh 34 mantan karyawan terhadap PT Tor Ganda di Pe
Peristiwa
PT Dua Rimba Medtech Indonesia resmikan fasilitas di Cikarang untuk dorong manufaktur alat kesehatan lokal dan solusi perawatan luka modern.
Kesehatan
KADIN Medan apresiasi TNI AL tangkap begal di Belawan. Langkah tegas dinilai tingkatkan keamanan dan kepercayaan dunia usaha.
Peristiwa
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan peserta, operator perusahaan, dan mentor Program Magang Nasional (MagangHub Kemnaker)
Ekonomi
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan bahwa keselamatan pekerja tidak boleh dipertaruhkan.
Ekonomi
beritasumut.com Pertamina Patra Niaga kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dalam ajang Program Penilaian Peri
Politik & Pemerintahan
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Fuel Terminal (FT) Krueng Raya meresmikan Foodcourt UMKM Desa Meunasah M
Ekonomi
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Medan mempertegas komitmennya dalam mendukung pembangunan keluarga dan kesej
Pendidikan
Implementasi Permendag 24/2025 tersendat, KADIN dorong sinkronisasi kebijakan dan skema impor plastik bekas terkendali.
Ekonomi