Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Peringatan Hari Ibu (PHI) yang jatuh pada 22 Desember seringkali dimaknai oleh masyarakat khususnya generasi milenial sebagai mother’s day. Pergeseran makna PHI ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, mengingat Hari Ibu merupakan momentum pemantik semangat tidak hanya bagi para perempuan, tapi juga masyarakat khususnya generasi muda untuk bergerak bersama secara nyata meningkatkan kualitas hidup perempuan serta menjadi solusi dalam menghadapi berbagai persoalan terkait perempuan khususnya dalam menghadapi masa sulit pada situasi pandemi Covid-19 saat ini.
Demikian diungkap Wakil Ketua Panitia Umum Peringatan Hari Ibu ke-92, Titi Eko Rahayu, dilansir dari Kemenpppa.go.id, Minggu (13/12/2020). Titi menilai PHI merupakan momentum untuk mengenang semangat para perempuan luar biasa yang turut berjuang menentang penjajah, khususnya dalam memperjuangkan nasib perempuan dalam mendapatkan kesetaraan dengan laki-laki dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan menyuarakan pendapat di hadapan publik.
“Peringatan Hari Ibu tahun ini memaknai kembali semangat para perempuan untuk mengambil peran mengisi pembangunan dengan melakukan aksi solidaritas merespon pandemi Covid-19,†ujar Titi dalam acara Dialog dengan Media (Media Talk) dalam rangka Peringatan Hari Ibu Ke-92 dengan tema ‘Hari Ibu Bukan Mother’s Day’.
Baca Juga:
Titi menambahkan, peringatan Hari Ibu tahun ini dikemas berbeda karena menyesuaikan dengan situasi pandemi yang dihadapi bangsa Indonesia dan berdampak besar pada kehidupan masyarakat. “Kami melaksanakan kegiatan dan mengangkat tema dalam PHI Ke-92 menyesuaikan dengan situasi pandemi saat ini. Tema utama PHI yang akan kita usung sampai 2024 adalah Perempuan Berdaya, Indonesia Maju,†ungkapnya.
Adapun 4 (empat) sub tema yang diangkat dalam PHI ke-92 yaitu 1) Perjuangan Perempuan Masa Kemerdekaan: Perempuan Pejuang �" Perjuanganku Bagian Sejarah Perjuangan Bangsaku; 2) Perjuangan perempuan �" Masa Kini: Perempuan - Inspirasiku untuk Kemajuan Bangsaku; 3) Perjuangan Perempuan di Era Tatanan Baru: Perempuan - Penyemangat dan Garda Terdepan di Era New Normal; dan 4) Kemitraan Perempuan dan Laki-laki untuk 5 (Lima) Prioritas Kemen PPPA: Perempuan dan Laki-laki - Bersama dan Berbagi untuk Negeri.
Baca Juga:
Pada acara ini, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Giwo Rubianto menekankan pentingnya menjalin kedekatan dengan generasi muda melalui sosialisasi dan edukasi terkait makna sebenarnya dari Peringatan Hari Ibu. Sependapat dengan Giwo, Pegiat Literasi, Maman Suherman menegaskan pentingnya melakukan upaya nyata untuk meluruskan kebenaran makna hari ibu dengan memanfaatkan sinergi, di antaranya melalui sosialisasi dan literasi digital kepada generasi milenial.
Puncak Peringatan Hari Ibu ke-92 tahun ini akan dilaksanakan pada 22 Desember 2020 secara online dan offline yang terbatas dan minimalis, serta tetap menerapkan protokol kesehatan. Rangkaian acara PHI ke-92, Kemen PPPA juga melaksanakan pemberian bantuan sosial bagi para perempuan pejuang Kemerdekaan RI, menetapkan Duta Perempuan dan Anak di Daerah, mengadakan Bazar Virtual dan meresmikan E-Katalog, melakukan Ziarah ke Taman Makan Pahlawan (TMP) Kalibata.
KemenPPPA juga melakukan berbagai publikasi PHI Ke-92 di media massa dan media sosial, melaksanakan pelatihan tentang kepemimpinan perempuan di desa dan kewirausahaan termasuk bagi perempuan penyintas korban bencana, serta melaksanakan webinar yang mengangkat berbagai topik penting terkait pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi, kesehatan, sosial, pendidikan, politik dan pengambilan keputusan, serta yang terpenting topik terkait pemaknaan kembali PHI. (BS09)
Tags
beritaTerkait
komentar