Minggu, 03 Mei 2026

Belajar Mengelola Sampah Melalui Sosialisasi Program Kampoeng Kadin 14 di USU

Minggu, 26 Januari 2020 07:15 WIB
Belajar Mengelola Sampah Melalui Sosialisasi Program Kampoeng Kadin 14 di USU
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Biro Sistem Informasi Perencanaan dan Pengembangan Universitas Sumatera Utara (USU) bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara, Komunitas Try to Zero Waste Medan (TTZW), Rumah Briket, dan Yayasan Budaya Hijau Indonesia, menggelar Sosialisasi Program Kampoeng Kadin 14 di USU. 
 
Kegiatan ini merupakan program Kadin Sumut Bidang CSR dan Lingkungan Hidup. Dilansir dari laman usu.ac.id, Minggu (26/01/2020), kegiatan telah berlangsung di 13 lingkungan di Kota Medan, dan Kampoeng Kadin 14 merupakan lingkungan terakhir diadakannya sosialisasi.
 
Sosialisasi menghadirkan dua pembicara yaitu Bathara Surya Yusuf selaku Founder Yayasan Budaya Hijau Indonesia dan Rena Arifa Simbolon selaku founder Rumah Briket. Dalam paparannya, Bathara mengatakan bahwa eco enzim yang dihasilkan selama sosialisasi, akan digunakan untuk pencucian sungai dan 20 selokan besar di Kota Medan. Eco enzim adalah pengelolaan limbah organik agar tidak berakhir di tempat pembuangan sampah. "Eco enzim juga bermanfaat dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, seperti detoks racun dalam tubuh, mencuci buah dan sayur, bahkan dapat digunakan sebagai pengganti peralatan mandi," ungkapnya.
 
Sementara itu, berpijak dari keinginan untuk menangani total sampah di kota Medan setiap harinya yang berjumlah 2 ton, Rena Simbolon mendirikan Rumah Briket, yang merupakan usaha pemanfaatan sampah organic dan berdiri sejak tahun 2015. Pada kegiatan ini dijelaskan, bagaimana Rumah Briket mengolah sampah organik menjadi briket arang. 
 
Menurutnya, briket arang merupakan bahan bakar yang diolah dari pembakaran sampah organik. Proses pengolahannya yaitu sampah organik dibakar hingga menjadi arang, ditumbuk, diayak, dicampur kanji hingga mengeras, kemudian di-press dan dicetak hingga menjadi briket arang. Rumah Briket menggunakan mesin yang mampu menghasilkan 250 kg briket arang per harinya. Jumlah produksi arang ini juga ditentukan oleh faktor lainnya yaitu cuaca."Produksi briket hanya bisa berjalan lancar jika matahari cukup terik," jelas Rena.
 
"Masyarakat juga tidak hanya diajarkan manfaat dari eco enzim maupun arang sehat, namun langsung praktik untuk mengolah sampah menjadi dua hal yang bermanfaat. Dalam setiap kali praktik pelatihan, digunakan 300 kg limbah pada setiap pertemuannya," pungkas Rena menambahkan.(BS09)
 

Tags
beritaTerkait
PT Dua Rimba Medtech Indonesia Resmikan Fasilitas di Cikarang, Dorong Kemandirian Industri Alat Kesehatan Nasional
Arus Balik Lebaran, Pertamina Sumbagut Bersama Staf Khusus Menteri ESDM Pastikan Kesiapan Layanan Energi
Pertamina EP Pangkalan Susu Dorong Konservasi Mangrove Lewat Pelatihan Silvofishery
Youthpreneur Academy 2025: The Founder’s Path for Practical Entrepreneurial Success, FEB USU Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur Sukses
Seminar Nasional “Nvidia Powers the World's Ai & Yours” di Universitas Sumatera Utara
Kapolres Pematangsiantar Kunjungi Yayasan Rumah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus
komentar
beritaTerbaru
hit tracker