Sabtu, 06 Juni 2026

Dirujuk dari RSUD Panyabungan, Dua Anak Terduga Suspect Difteri Dirawat di RSUP Haji Adam Malik Medan

Jumat, 13 Desember 2019 18:10 WIB
Dirujuk dari RSUD Panyabungan, Dua Anak Terduga Suspect Difteri Dirawat di RSUP Haji Adam Malik Medan
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Dua anak berinisial AS (11) berjenis kelamin perempuan dan AA (8) berjenis kelamin laki-laki dirujuk dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan, Jumat (13/12/2019) siang.
 
"Kedua pasien tiba pukul 14.00 WIB usai dirujuk dari RSUD Panyabungan. Keduanya juga merupakan saudara kandung dari pasien PA (5) yang sebelumnya sudah lebih dulu dirawat," ujar Kasubbag Humas RSUP Haji Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak kepada wartawan.
 
Rosa mengungkapkan jika kedua pasien tersebut langsung diberi antibiotik, sudah di swab, dan sudah di Elektrokardiogram (EKG). "Sebetulnya kondisi kedua pasien saat ini sudah tidak demam dan tidak nyeri menelan lagi, namun karena ada kontak erat dengan pasien PA, keduanya harus di observasi dulu.Jadi saat ini, RS Adam Malik sedang merawat empat pasien suspect difteri, yakni tiga asal Madina dan satu asal Simalungun," sebutnya.
 
Di tempat lain, Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, adanya peningkatan faktor penyebab penyakit tersebut dinilai akibat rendahnya cakupan imunisasi. Sebab menurutnya, imunisasi dapat mencegah penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Corynebacterium ini."Tahun ini, sudah ada 26 kasus dan jumlah ini meningkat dari tahun lalu yang berjumlah 18 kasus," jelasnya.
 
Rendahnya cakupan imunisasi lantaran, kata Alwi, ada anggapan di masyarakat atau semacam penolakan karena berpendapat haram. Alasannya, bahan dari imunisasi tersebut diharamkan dalam ajaran agama, sehingga angka cakupan imunisasi di Sumut pun menurun. Padahal, imunisasi kepada anak dilakukan supaya kekebalan tubuhnya terhadap difteri dan penyakit lainnya tidak mudah menyerang. Jika tidak, maka kemungkinan tak hanya difteri saja, tetapi penyakit lain yang berbahaya juga bisa mewabah.
 
"Ketika terjadi kasus suspect difteri maka tetap diperlakukan seperti terkena difteri. Pertimbangannya, karena masa inkubasi bakteri penyakit ini sangat cepat dan bisa menyebabkan kematian," pungkas Alwi.(BS09)

Tags
beritaTerkait
 Tiga Kabupaten/Kota di Sumut KLB Campak dan Difteri
50 Tenaga Medis RSUD Panyabungan Terpapar Covid-19, Gubernur Sumut Panggil Seluruh Dokter dan Lakukan Dialog
RSUP Adam Malik Pulangkan 2 Pasien Suspect Difteri
Masyarakat Medan Diminta Tak Panik Terkait Adanya Kasus Suspect Difteri
RSUD Dr Pirngadi Beri Pemahaman kepada Pasien Tentang Penyakit Difteri
Raih JCI, RSUP Haji Adam Malik Medan Sandang Predikat Layanan Berstandar Internasional
komentar
beritaTerbaru
hit tracker