Minggu, 27 September 2026

Bakamla RI Ajak Kementerian dan Lembaga Tingkatkan Keamanan di Grey Area Laut Natuna Utara

Jumat, 15 November 2019 21:15 WIB
Bakamla RI Ajak Kementerian dan Lembaga Tingkatkan Keamanan di Grey Area Laut Natuna Utara
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Direktur Strategi Kamla Bakamla RI Laksma Bakamla Sandy Muchjidin Latief SIP, mengajak Kementerian/Lembaga (K/L) terkait untuk meningkatkan sinergitas dalam pelaksanaan  pengamanan ZEE, khususnya di Unresolved Maritime Boundary Area di Laut Natuna Utara. Ajakan itu diserukannya saat menutup Rakor Harmonisasi Strategi Kamla di Batam, Prov. Kepulauan Riau, pertengahan pekan ini.
 
Usai menjalani dinamika pembahasan dan diskusi bersama puluhan peserta perwakilan mitra maritim pusat dan Kepulauan Riau, Laksma Bakamla Sandy menyimpulkan bahwa peningkatan sinergitas antar K/L menjadi hal utama yang perlu ditingkatkan untuk mengamankan Laut Natuna Utara. Menuurtnya, hasil diskusi juga menyatakan bahwa sasaran strategi pengamanan Laut Natuna Utara adalah untuk meningkatkan aktivitas perekonomian dan stabilitas keamanan pada Grey Area Laut Natuna Utara.
 
"Hasil diskusi ini nantinya akan dimasukkan ke dalam rancangan peraturan tentang Pengelolaan Keamanan Laut di wilayah yurisdiksi Indonesia pada tahapan selanjutnya," ujar Laksma Sandy melalui siaran pers, Jumat (15/11/2019).
 
Mengutip kalimat yang pernah diucapkan seorang penulis, penyair serta penjelajah berkebangsaan Inggris Sir Walter Raleigh di awal abad ke-17, “Siapa yang mampu menguasai laut maka dia akan menguasai dunia,” tegas pati bintang satu yang membawahi Direktorat Strategi Bakamla RI tersebut. Dikatakannya juga, bahwa draf Strategi Pengamanan Laut Natuna yang telah diharmonisasikan akan disempurnakan pada seminar nasional. Perhelatan itu juga turut melibatkan para akademisi dan praktisi keamanan laut sebelum difinalisasi bersama dengan K/L Pusat.
 
Terakhir, Laksma Sandy mengharapkan rakor yang telah berlangsung sejak Rabu (13/11/2019) ini menjadi wujud keseriusan dan tindak lanjut peningkatan pengelolaan keamanan laut nasional secara sinergis. "Dengan demikian tujuan laut aman dan nyaman dapat tercapai. Harapannya pula, pengelolaan keamanan laut di wilayah Unresolved Maritime Boundary Area ini dapat menjadi wujud sinergi dan tata kelola pemerintahan di laut yang efektif dan efisien. Hal itu tercermin melalui kesamaan pola pikir dan pola tindak dalam menciptakan harmoni mewujudkan stabilitas keamanan nasional," pungkasnya. (Rel)

Tags
beritaTerkait
Bakamla RI Jemput 3 ABK Yang Ditangkap Malaysia
Bakamla RI Gagalkan Penyelundupan 60 Ribu Ekor Baby Lobster di Perairan Kepulauan Seribu
Bakamla RI Respons Cepat Evakuasi Kapal Tugboat TB Magnolia di Perairan Salira
Kepala Zona Bakamla Tengah Pimpin Panen Jagung di Bali
Bakamla RI Tangkap Kapal Kayu Bermuatan Rokok Ilegal 200 Ball di Perairan Tembilahan
Bakamla RI Selamatkan Enam Orang Korban Kapal Tenggelam di Perairan Banten
komentar
beritaTerbaru
hit tracker