Kamis, 30 April 2026

Jalan Rusak, Dinas PU dan Dinas Perhubungan Labuhanbatu Diminta Cek Truk Pengangkut Material Proyek Jalur KA

Senin, 22 April 2019 20:31 WIB
Jalan Rusak, Dinas PU dan Dinas Perhubungan Labuhanbatu Diminta Cek Truk Pengangkut Material Proyek Jalur KA
BERITASUMUT.COM/BS08
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perhubungan dituding tutup mata atas kondisi jalan di Jalan Urung Kompas, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu yang rusak parah akibat dilintasi puluhan truk pengangkut material (tanah urug) proyek pengerjaan Jalur Kereta Api (KA) menuju lokasi kerja di Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) Dua.
 
Pasalnya, sampai saat ini tidak ada tindakan tegas dari dinas terkait terhadap pemasok jutaan kubik tanah urug ke lokasi mega proyek lajur KA RPK-2 dari Kecamatan Bilah Barat."Ada apa ini dengan Dinas PU dan Dinas Perhubungan Pemkab Labuhanbatu, kenapa tidak ada tindakan, setahu saya jalan itu baru selesai dikerjakan pada tahun 2017 silam," ujar Ketua LSM Topan-RI Labuhanbatu, Jansen Nainggolan, Senin(22/04/2019).
 
Jansen menduga puluhan truk pengangkut tanah urug tersebut over tonase dan disinyalir jalan yang dilintasi tersebut di luar speksi kelas badan jalan, sehingga memicu permasalahan sosial dan kerusakan di beberapa titik badan jalan sehingga merugikan masyarakat yang melintasi jalan penghubung tiga kecamatan itu.Jansen meminta Dinas Perhubungan untuk melakukan pengecekan tonase pada truk serta Dinas PU untuk melakukan perawatan pada badan jalan-jalan yang rusak."Dengan begitu maka tidak ada pihak-pihak yang dirugikan, jangan hanya kepentingan kelompok saja harus mengorbankan hak-hak orang lain," jelasnya.
 
Salah seorang warga yang tak ingin disebut namanya juga mengeluhkan kondisi jalan yang sudah rusak."Selama ada truk-truk cold diesel pengangkut tanah timbun, jadi cepat rusak jalan ini," keluhnya.
 
Truk pengangkut tanah itu, lanjutnya, juga mengakibatkan polusi udara. Tak jarang para pengendara menutup mulut dan hidung saat melintasi jalan karena abu yang dihasilkan dari puluhan truk yang mondar-mandir.Tidak hanya itu pengendara yang sering melintasi jalan tersebut juga mengeluhkan hal yang sama. Selain kerusakan jalan, saat berpapasan dengan truk-truk pengangkut tanah timbun itu dirinya juga mengaku kesal lantaran polusi udara yang dihasilkan truk tersebut. "Berdebu kalau berpapasan dengan truk-truk itu, polusi, sesak napas, sakit mata," katanya.
 
Dari pantauan di lapangan, di sepanjang Jalan Urung Kompas tersebut, sedikitnya ada 6 titik kerusakan, diperkirakan berukuran 2x2 meter. Hal itu dikhawatirkan bakal menjadi penyebab kecelakaan dan polusi udara, baik yang ditimbulkan truk pengangkut tanah maupun abu yang muncul dari badan jalan yang rusak.(BS08)
 

Tags
beritaTerkait
Walikota Medan Minta Dinas SDABMBK Petakan Jalan Rusak dan Drainase Yang Perlu Diremajakan
Jalan Tol Pekanbaru-Padang, Aceh-Padang, Palembang-Betung Dioperasikan 24 Maret
Kapolrestabes Medan Pantau dan Cek Pos Pam Jalan Wiiliem Iskandar-Gatot Subroto dan MT Haryono
Walikota Medan Respons Keluhan Jalan Rusak di Marelan, Segera Diperbaiki
Hamawas Siagakan Kendaraan Layanan Dan Fungsionalkan Rest Area Sementara Km 99 Tol Tebing Tinggi - Indrapura
Bupati Langkat Temui Pendemo, Tegaskan Komitmen Perbaikan Jalan di Kecamatan Selesai
komentar
beritaTerbaru
hit tracker