Jumat, 22 Mei 2026

Diduga Ada Indikasi Pembalakan Liar, Polda Sumut Lakukan Penyelidikan Terkait Banjir Bandang di Dairi

Jumat, 04 Januari 2019 20:30 WIB
Diduga Ada Indikasi Pembalakan Liar, Polda Sumut Lakukan Penyelidikan Terkait Banjir Bandang di Dairi
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumut, terus melakukan penyelidikan terhadap adanya dugaan pembalakan liar. Diketahui pembalakan liar terjadi, hingga menyebabkan banjir bandang yang menerpa Desa Sibongkaras Kecamatan Silima Pungga -pungga Kabupaten Dairi Sumatera Utara. Banjir yang terjadi pada Selasa (19/12/2018) lalu ini, menyebabkan 5 orang tewas, 2 orang hilang, serta merusak 110 hektar lahan pertanian dan perkebunan.
 
Dugaan banjir itu, semakin kuat ketika Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, meninjau lokasi langsung 26 Desember tahun lalu. Edy menyebut bahwa kejadian itu karena ulah manusia. Terlihat dari banyaknya kondisi hutan yang rusak di bagian hulu. Terlebih, material kayu bercampur lumpur bertumpuk di sepanjang aliran sungai dan merusak rumah.
 
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sumut Kombes Rony Santama mengatakan bahwa sejauh ini timnya terus melakukan penyelidikan ditempat kejadian perkara . Rony menyebut semua masih dalam proses penyelidikan dan Informasinya belum bisa disampaikan. “Siapapun yang terbukti melakukan tindakan pembalakan liar akan ditindak tegas sesuai dengan aturan,” kata Rony, Kamis (03/01/2019).
 
Sebelumnya Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumut, Dana Prima Tarigan mengatakan bahwa penuntasan pembalakan liar di Sumatera Utara merupakan ujian di kepemimpinan Kapolda dan Gubernur baru di Sumut.“Kita ingin menguji keberpihakannya mereka terhadap lingkungan. Kita lihat apakah kedua tokoh ini bisa menuntaskan kasus pembalakan liar dan kasus perijinan ilegal di kawasan hutan dan sumber daya alam,” kata Dana.
 
Terkait bencana banjir bandang, Dana meyakini banjir yang terjadi tidak datang begitu saja, pasti ada faktor penyebabnya. “Kasus pembalakan liar di Dairi tidak pernah ada ujungnya, belum ada tersangka. Pemerintah harus fokus menyelesaikan masalah terkait, bukan ikut saling menyalahkan,” ujar Dana.
 
Lebih lanjut, Dana memaparkan bahwa usai kejadian, semua akan menghindar dan menyalahkan faktor hujan yang tinggi. Kalaupun intensitas hujan tinggi, pemerintah daerah harusnya melakukan monitoring secara berkala. Sepertinya ini tidak dilakukan, apalagi sudah terjadi pembukaan hutan, jadi potensi banjir bandang sangat besar. “Kita minta penanganan kasus ini diselesaikan secara transparan. Jangan ditutupi harus ada yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Siapapun dan kalangan apapun itu, agar menjadi pembelajaran untuk kedepannya,” pungkasnya.(BS04)
 

Tags
beritaTerkait
Yayasan IKAL Peduli Nusantara Salurkan Bantuan Banjir di Pangkalan Susu dan Tanjung Pura
Arman Chandra Salurkan 500 Paket Makanan ke Korban Banjir Medan dan Langkat, Komitmen Bantu Pengungsi
Ratusan Petugas Dikerahkan, PLN Sumut Perkuat Siaga Kelistrikan Akibat Cuaca Ekstrem
Empat Kabupaten di Sumut Dilanda Bencana Banjir dan Longsor Secara Bersamaan, 8 Orang Meninggal
Halal Bihalal Polda Sumut Pererat Hubungan Antar Personel
Serah Terima Jabatan PJU dan Kapolres Jajaran Polda Sumut : Wajah Baru, Semangat Baru untuk Pengabdian Terbaik
komentar
beritaTerbaru
hit tracker