Rabu, 28 Oktober 2026

Inilah Beberapa Faktor Menurut Psikolog Terkait Kasus Pembunuhan di Sumut yang Cukup Tinggi

Sabtu, 10 November 2018 19:15 WIB
Inilah Beberapa Faktor Menurut Psikolog Terkait Kasus Pembunuhan di Sumut yang Cukup Tinggi
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Berdasarkan data yang dimiliki Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut) dari Januari sampai dengan Oktober 2018, jumlah kasus pembunuhan mengalami peningkatan signifikan bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017.
 
Psikolog Irna Minauli mengatakan, meningkatnya kasus pembunuhan tampaknya menjadi trend di banyak tempat. Menurut dia, kondisi ini tentunya sangat mengkhawatirkan, karena dapat menimbulkan kecemasan dan perasaan tidak aman. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pelaku sampai nekat membunuh korbannya. Yang pertama sebut dia, adalah faktor narkoba.
 
"Meningkatnya jumlah pecandu narkoba membuat banyak orang yang mengalami penurunan kemampuan dalam mengendalikan emosi. Akibatnya mereka menjadi impulsif, sehingga akan bereaksi negatif jika ada hal yang tidak menyenangkan. Bahkan bila mereka kehilangan kesabaran, lantas ingin menghabisi nyawa orang yang dianggap telah menghambat kesenangannya," ujar Direktur Minauli Consulting kepada wartawan, Sabtu (10/11/21018).
 
Kal kedua yang menjadi faktor adalah over population (jumlah penduduk yang berlebih). Di mana, terang dia, berdasarkan penelitian yang dilakukan pada sample hewan tikus, ternyata menunjukkan prilaku agresif yang lebih besar ketika berada dalam lingkungan yang padat."Demikian pula halnya dengan manusia. Ketika kita berada dalam lingkungan yang padat dan kumuh, maka kemungkinan terjadinya konflik akan semakin besar, sehingga dapat memicu pembunuhan," terangnya.
 
Namun begitu, lanjutnya, hubungan (relasi) dalam keluarga juga bisa pemicu pelaku nekat membunuh. Irna menyebutkan, hal ini telah dibuktikan dengan keluarga yang dibesarkan melalui kekerasan, akan lebih berpeluang melakukan pembunuhan."Perlakuan yang dianggap tidak adil dan pengabaian terhadap anak membuat kemarahan yang dapat memuncak menjadi pembunuhan," ucapnya.
 
Faktor keempat adalah masalah ekonomi ataupun kemiskinan. Sebab, sulitnya mendapatkan pekerjaan membuat banyak orang menjadi frustrasi, terlebih ketika mereka melihat ketidakadilan.Begitu juga, sambung dia, kurangnya nilai keagamaan yang diajarkan juga menjadi salah satu penyebabnya manusia nekat membunuh. Karena, bila keimanan kurang, akan membuat seseorang kurang memiliki kemampuan dalam kendali emosi, sehingga merasa tidak bersalah ketika melakukan kejahatan.
 
"Faktor terakhir yang membuat orang nekat membunuh adalah gangguan jiwa. Para penderita depresi, paranoia dan skizofrenia lebih berpeluang untuk melakukan pembunuhan," sebutnya.
 
Sebelumnya, Kasubdit III/Umum Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak menyampaikan, pada bulan Januari hingga Oktober 2018 pihaknya mencatat sudah terdapat 96 kasus pembunuhan terjadi di Sumut. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017 dimana terdapat 78 kasus.
 
"Dari 96 kasus pembunuhan ini, sebanyak 95 kasus atau 98,5% nya sudah berhasil diungkap. Kalau di tahun 2017, jumlah kasus yang berhasil diungkap ada 86 kasus, yang terdiri dari ungkapan kasus tahun 2016 dan juga tahun 2017," pungkasnya. (BS04)
 

Tags
beritaTerkait
Polda Sumut Ungkap Situs Judol Depobos, Lima Pelaku Pernah Kerja di Kamboja
Wakapolda Sumut dan Kapolresta Deli Serdang Diganti
40 Orang Positif Narkoba Diamankan saat Penggerebekan di Medan
Polda Sumut Gerebek Sarang Narkoba di Percut Sei Tuan, 27 Orang Positif Pengguna
Dua Penumpang Pesawat Gagal Selundupkan Sabu dari Kualanamu ke Kendari
Dilantik Jadi Kapolda Sumut, Irjen Pol Sonny Irawan Disambut Ulos dan Tarian Tradisional
komentar
beritaTerbaru
hit tracker