Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kegiatan membatik dengan canting dilaksanakan untuk memperingati Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober dan sekaligus memeriahkan rangkaian HUT Ke-73 TNI Tahun 2018. Bertempat di Aula Yonkav 6/NK, dilaksanakan kegiatan Membatik dalam rangka Pemecahan rekor muri tingkat Darma Pertiwi yaitu mencanting Batik terbesar se-Indonesia dengan tema Membatik Merekatkan Kebhinekaan Nusantara.
Ketua Darma Pertiwi Daerah A, Ny Tri MS Fadhilah sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh seluruh ibu-ibu persit dan jajarannya ini. Dia menjelaskan saat ini batik telah menjadi bagian sehari-hari kehidupan masyarakat indonesia. Modelnya juga sudah beragam dan mengikuti tren fashion kekinian dengan berbagai kombinasi warna serta kehadirannya menjadi pengungkap kreativitas dan spiritualitas bangsa indonesia.
"Berkenaan dengan hari batik, kegiatan membatik yang kita laksanakan hari ini melibatkan 214 orang peserta, dengan tujuan untuk melestarikan warisan budaya indonesia, sekaligus untuk mengenalkan kecintaan terhadap semua lapisan masyarakat serta untuk memupuk rasa kebangsaan, kebhinekaan, kebudayaan dan persatuan. UNESCO akui batik tulis sebagai budaya asal Indonesia meski ada batik cetak, batik tulis ada tempat sendiri. Pagi ini kita bangga dengan membatik dengan canting," ujarnya melalui siaran pers, Selasa (02/09/2018).
Selaku Ketua Dharma pertiwi daerah A, dirinya mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan dan seluruh peserta membatik dalam rangka pemecahan rekor MURI membatik dengan canting terbanyak di indonesia. "Saya mengajak para peserta membatik dengan canting untuk melaksanakan dengan serius dan penuh semangat, sehingga acara pemecahan rekor muri ini dapat kita laksanakan dengan lancar dan sukses," harapnya.
Acara membatik ini diikuti anggota Persit KCK, PIA Ardhia Garini, Anggota Jala Senastri, dan Anggota IKKT. Turut hadir Pangdam I/BB, Asren Kodam, Asper Kodam,Kapendam, Ketua Koperasi dan UMKM Provsu. (Rel)
Tags
beritaTerkait
komentar