Rabu, 01 Juli 2026

Dinas Pertanian Tapsel Bekerjasama dengan CII Indonesia Gelar Pelatihan Petani Kelapa Sawit di PTPN III Batang Toru

Senin, 03 September 2018 23:15 WIB
Dinas Pertanian Tapsel Bekerjasama dengan CII Indonesia Gelar Pelatihan Petani Kelapa Sawit di PTPN III Batang Toru
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) bekerjasama dengan Conservation International Indonesia (CII) mengadakan kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 25 orang Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan kader petani untuk peningkatan kapasitas dalam pelaksanaan kegiatan sekolah lapang di Perkebunan PTPN III Batang Toru, yang berakhir pada awal bulan ini.
 
Ditargetkan pada tahun 2018, ada 350 petani swadaya kelapa sawit yang berkebun di kawasan APL (Area Pengguna Lain) didampingi untuk menerapkan prinsip-prinsip perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan sebagai bagian dari program GGP-UNDP (Good Growth Partnership-United Nations Development Program).
 
“Setelah saya mengikuti kegiatan ini, saya akan melanjutkan untuk membagi ilmunya kepada petani. Harapannya, petani mampu menerapkan cara budidaya kelapa sawit yang baik untuk bisa mendapatkan sertifikasi ISPO. Namun salah satu tantangan adalah biaya sertifikasi yang cukup mahal. Ke depannya, perlu dukungan dari berbagai pihak," ujar Ramadianto dari PPL Kecamatan Batang Toru.
 
Sementara itu, Diswan Saragih perwakilan dari PTPN III mengungkapkan bahwasanya mereka menyambut baik kegiatan ini.“Di tahun ini, targetnya PTPN III akan mengoperasikan kembali pabrik kelapa sawit di sini. Sehingga, kami tentunya membutuhkan pasokan buah kelapa sawit yang berkualitas baik dari para petani
yang ada,” ungkapnya.
 
Iswal Parningotan selaku Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Tapsel menerangkan, PPL pertanian baru pertama kali ini mendapatkan pelatihan yang intensif tentang perkebunan kelapa sawit bahkan langsung praktek di kebun. "Pada dasarnya, pengetahuan PPL saat ini mayoritas untuk komoditas padi, jagung, dan kedelai. Padahal, di kecamatan Muara Batang Toru, Batang Toru, Angkola Sangkurnur, dan Angkola Selatan, kelapa sawit adalah komoditas yang utama,” jelasnya.
 
Isner Manalu, Senior District Program CII Indonesia menambahkan, produktivitas perkebunan kelapa sawit masyarakat saat ini masih sekitar 10-12 ton per hektar per tahun. Hal ini karena kurangnya pengetahuan petani mengenai perawatan kebun yang baik. "Dengan adanya pendampingan, petani sangat berpotensi untuk meningkatkan produktivitas hingga 10-15%. Selain peningkatan hasil, juga sangat penting menerapkan cara berkebun yang memperhatikan kelestarian alam," pungkasnya.(Rel)
 

Tags
beritaTerkait
Perempuan dan Paradoks Transisi Energi di PLTA Batang Toru
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Penataan Lahan Perkebunan Sawit
Pj Gubernur Bersama GAPKI Sumut Bahas Isu Terkini Terkait Sektor Sawit
Pemprov Sumut Dukung Hilirisasi Investasi Strategis Sektor Industri Kelapa Sawit
Kunjungi KEK Sei Mangkei, Delegasi Sembilan Negara Tinjau Hilirisasi Karet dan Kelapa Sawit Berskala Internasional
Sebagai Motor Utama Penggerak Perekonomian Sumut, Pj Gubernur Berharap Penataan Sawit Semakin Baik
komentar
beritaTerbaru
hit tracker