Selasa, 03 November 2026

Naik Sepeda dari Surabaya Hingga Medan, Ini yang Diperjuangkan oleh Eko Suyoko

Rabu, 11 Juli 2018 21:25 WIB
Naik Sepeda dari Surabaya Hingga Medan, Ini yang Diperjuangkan oleh Eko Suyoko
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Perjuangkan migrasi anak dari gadget untuk membaca buku, Eko Suyoko dari Perpustakaan Bergerak Indonesia lakukan kampanye literasi menggunakan sepeda di berbagai kota di Indonesia.
 
Pada Rabu (11/07/2018) siang, Eko mengenderai sepeda tiba di Medan untuk bertemu dan berdiskusi dengan puluhan aktivis Jaringan Perlindungan Anak (JPA) dan aktivis Jaringan Letarasi seperti dari PKPA, YAFSI, SMILE, GEMAR, LBH APIK, Gugah Nurani Indonesia Bulu Cina, Taman Bacaan Desa Kolam Deli Serdang, Taman Bacaan Anak Pesisir, Teluk Meku, Langkat, dll, di Sanggar Kopa, Kampung Aur, Medan.
 
Pada pertemuan yang dikoordinatori Misran Lubis dari Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) dan difasilitasi Bambang F Wibowo (YAFSI) tersebut, Eko memaparkan bahwa perjuangan menggalakkan literasi di kalangan anak saat ini memerlukan kerja keras semua pihak karena kecenderungan anak menggunakan gadget sudah semakin tinggi.
 
“Kita harus kurangi waktu menggunakan gadget, orang tua harus menunjukkan kepada anak-anak di rumah untuk lebih gemar membaca dari pada menggunakan gadget. Kita harus memulai konsen pada literasi anak dengan cara bertahap mengurangi waktu menggunakan gadget,” papar Eko.
 
Menurutnya, anak perlu didampingi orang tua dalam menggunakan gadget maupun membaca buku. “Anak-anak harus mengenal tehnologi, tapi pada saat lain mereka harus bersikap positif menggunakan teknologi tersebut dan peran orang tua sebagai pendamping sangat diperlukan” ujarnya. 
 
Mengenai perjuangannya menggunakan sepeda dalam mengkampanyekan literasi di masyarakat dan sekolah di berbagai kota di Indonesia, menurutnya, didasarkan pada temuannya mengenai rangking dunia Indonesia mengenai literasi.“Saya gemar mengunjungi perpustakaan di Solo sebagai kota kelahiran dan Balikpapan sebagai kota tempat tinggal. Ketika saya menemukan bahwa Indonesia berada di urutan 60 rangking dunia dalam literasi saya kaget, dan setelah berdsikusi dengan keluarga, maka sejak Juli 2017 saya mulai bersepeda melakukan perjuangan literasi,” kisahnya.
 
Membawa buku-buku mengenai dongeng, legenda dan perjuangan dengan mengenderai sepedanya Eko memulai perjalanan literasinya dari Surabaya menuju Bali, NTB, Sulawesi, Papua, DIY, Jawa Barat, Banten, Lampung dan sampai ke Medan.Di kota-kota yang dikunjunginya Eko mengajak anak-anak membaca, kemudian anak-anak diminta memvisualkan apa yang dibacanya dengan imajinasi masing-masing.“Anak-anak kita minta bercerita di hadapan teman-temannya. Saya temukan masih ada kendala pada anak. Mereka biasanya malu bercerita, makanya untuk menggugah anak, saya berikan mereka hadiah berupa buku,” kisah Eko mengenai pengelamannya di berbagai kota menggerakkan gemar membaca.
 
Eko berharap, masyarakat dan pemerintah harus lebih memperbanyak ruang untuk membaca buku bagi anak-anak sehingga anak-anak dapat mengurangi waktunya menggunakan gadget.
 
Koordinator JPA Sumut, Misran Lubis, pada pembukaan diskusi literasi tersebut menyampaikan bahwa gerakan literasi secara bertahap harus terus digerakkan berbasis masyarakat maupun sekolah sehingga anak-anak milenial sekarang tidak digerus waktunya oleh berbagai fasilitas teknologi yang dimiliki anak.“Kita akui gerakan literasi ini tidak mudah sekarang ini sehingga kerjasama diberbagai level mutlak diperlukan agar anak-anak tidak hidup sendiri dengan dunianya” ujar Misran.
 
Menganai rencana perjuangan literasinya setelah beberapa hari di Medan. Menurunya ia mempunyai dua rencana lagi yaitu melanjutkan perjalanan ke Aceh dan Kalimantan. Eko pun akan mengkampanyekan literasi anak kepada masyarakat di Karo khususnya korban erupsi Gunung Sinabung.
 
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman aktivis perlindungan anak di Medan yang telah menerima saya dan terima kasih tak terhingga kepada Wakil Gubernur terpilih Sumatera Utara, Bapak Musa Rajekshah, atas tali asih yang diberikan dan semua ini akan menambah motivasi saya untuk terus memperjuangkan gerakan literasi di Indonesia," pungkas Eko.(Rel)

Tags
beritaTerkait
Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara
Tri Sumatera Hadirkan Pembelajaran Digital dan Sportivitas di Nias Selatan
Waka MPR Dorong Kemampuan Literasi Generasi Muda Konsisten Ditingkatkan
Indosat Latih Kurikulum AI untuk Guru dan Penyandang Disabilitas di IDCamp 2024
Taman Literasi Wahana Pembinaan Olah Raga Masyarakat dan Permainan Rakyat
Pj Gubernur Sumut Luncurkan Aplikasi ‘Literasi Permata’ Guna Permudah Masyarakat Pinjam Buku dari Perpustakaan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker