Senin, 04 Mei 2026

Terkait Peredaran Narkoba, Deputi Pemberantasan BNN RI Pimpin Diskusi Publik di Kampus UISU

Jumat, 11 Mei 2018 19:30 WIB
Terkait Peredaran Narkoba, Deputi Pemberantasan BNN RI Pimpin Diskusi Publik di Kampus UISU
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menduduki peringkat kedua untuk peredaran narkoba di Indonesia.“Dari hasil survei tahun 2017, Sumut menduduki peringkat kedua jumlah peredaran narkoba. Sedangkan peringkat pertama adalah DKI Jakarta,” ungkap Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Polisi Arman Depari sesuai diskusi publik bertema ‘Narkoba Perang Zaman Now’ di Kampus UISU Jalan Sisingamangaraja, Medan, Jumat (11/05/2018).
 
Dilansir dari laman tribratanews.sumut, Arman mengungkapkan jika peredaran narkoba masuk ke wilayah Sumut kebanyakan melalui pelabuhan-pelabuhan ‘tikus’ atau kecil.“Pelabuhan tikus di Sumut cukup banyak, dan kita sudah berkoordinasi ke instansi terkait. Namun, belum memprioritaskan persoalan narkoba. Padahal, dampaknya sangat besar dan membahayakan masa depan bangsa,” ujarnya.
 
Arman menuturkan, Sumut sangat pesat untuk peredaran narkoba. Selain banyaknya pelabuhan-pelabuhan ‘tikus’ di pantai timur Sumatera, Sumut juga salah satu daerah yang dekat dengan Malaysia. Karena, narkoba mayoritas itu berasal dari luar negeri.“Pada tahun 2015 peringkat kedua peredaran narkoba ditempati oleh Kalimantan Timur. Kini, tahun 2017 diduduki oleh Sumut,” cetusnya.
 
Arman menambahkan, di luar Sumut, daerah yang mayoritas kota pelajar seperti Yogyakarta juga sudah dimasuki para bandar narkoba. “Bahkan, Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar sudah menduduki peringkat ke tujuh di Indonesia untuk peredaran narkoba,” ungkapnya.
 
Oleh karena itu, Arman menilai, Indonesia sudah memasuki status bahaya narkoba. Ditambah lagi, setiap hari puluhan orang meninggal sia-sia karena penggunaan narkoba.“Per hari ada 37-40 orang meninggal sia-sia karena penyakit yang ditimbulkan narkoba di Indonesia. Saraf pada otak kita langsung diserangnya. Narkoba tidak mengenal umur, jenis kelamin, tidak mengenal anak-anak, semua jadi sasaran,” pungkasnya.(BS04)
 

Tags
beritaTerkait
Polrestabes Medan Sikat Rayap Besi-Narkoba, 15 Hari, 147 Tersangka Ditangkap
Polisi Sergap 2 Orang Pemuda Pengedar Sabu di Jalan Pasar III Medan
Denpom I/5 dan Polrestabes Medan Gerebek Arena Judi di Pancur Batu
Barak Narkoba dan Judi Tembak Ikan di Desa Durin Simbelang Eksis Beroperasi
Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 12 Kg Sabu Asal Malaysia
Terkait Pengungkapan Jaringan Narkoba, Praktisi Hukum Hans Silalahi : Silahkan Buktikan di Pengadilan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker