Sabtu, 12 September 2026

Viral Surat Undangan Sosialisasi PMA Umrah Berbayar, Kemenag Sebut Itu Hoax

Minggu, 08 April 2018 08:30 WIB
Viral Surat Undangan Sosialisasi PMA Umrah Berbayar, Kemenag Sebut Itu Hoax
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim memastikan pihaknya tidak mengundang Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), maupun Asosiasi untuk kegiatan berbayar terkait sosialiasi PMA No 8 Tahun 2018 dan Aplikasi Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SIPATUH). 
 
Menurutnya, proses yang saat ini dilakukan Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus adalah meminta PPIU untuk mengambil user id dan password untuk login ke SIPATUH, dan itu gratis atau tidak dipungut biaya. “Kami tidak pernah membuat surat undangan itu. Pengambilan user ID dan password SIPATUH bagi PPIU dilakukan di ruang kerja Subdit Pengawasan dan itu gratis,” tegas Arfi Hatim dilansir dari Kemenag.go.id, Sabtu (07/04/2018). 
 
Surat undangan Workhsop Sosialisasi PMA No 8 Tahun 2018 dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Berbasis Elektronik Sistem SIPATUH tertanggal 27 Maret 2018 ditemukan beredar di publik. Surat tertanggal 27 Maret 2018 itu ditujukan kepada pimpinan PIHK, PPIU, dan pimpinan Asosiasi PIHK AMPHURI,HIMPUH, ASPHURINDO, dan KESTHURI.
 
Dalam surat undangan disebutkan, kegiatan akan berlangsung dua hari, 20 – 21 April 2018 di Hotel Bidakara. Bagi peserta yang ikut, dikenakan biaya sebesar Rp3,5juta. Tertulis juga dalam surat, untuk konfirmasi kehadiran agar menghubungi Jalaludin Sirad 085320737911. Surat tersebut ditandatangani oleh Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim, atas nama Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
 
Arfi merasa Kementerian Agama dirugikan dengan adanya surat palsu itu. Pihaknya saat ini tengah mengkaji kemungkinan untuk melaporkan tindakan tersebut kepada yang berwajib. “Surat itu palsu alias hoax. Kami sedang menyiapkan laporan resmi kepada POLRI atas hal ini. Kepada PIHK, PPIU, Asosiasi, serta Kanwil Kemenag Provinsi dan Kankemenag Kabupaten/Kota, saya harap segera melaporkan kepada Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus apabila ada pihak yang mengaku dari Kemenag dan dirasa mencurigakan,” kata Arfi.
 
Modus penipuan ini merupakan kali kedua yang terjadi dalam satu bulan terakhir. Sebelumnya terjadi juga upaya melakukan penipuan oleh pihak tidak bertanggung jawab di DI Yogyakarta. Beberapa pimpinan PPIU di sana, mengaku dihubungi oleh orang yang mengatasnamakan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Nizar Ali dan meminta uang hingga mencapai Rp55juta dan ditransfer ke rekening Bank Danamon atas nama Ranti Kusumaningrum dengan nomor rekening 003592767226. 
 
Nizar Ali memastikan kalau itu modus penipuan. Pihaknya juga sudah melapor ke pihak berwajib. “Saya sudah laporkan ke polisi agar ditelusuri dan diblokir rekeningnya,” tegas Nizar Ali. (BS02)

Tags
beritaTerkait
Meriah! Penutupan Gemi KKD ke-9 di MAS Proyek Univa Medan, Ratusan Pelajar Unjuk Bakat dan Kreativitas Dakwah
Pemko Gunungsitoli Gelar Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti Ke-79 Kementerian Agama RI Tahun 2025
Walikota Medan Jadi Pembina Apel Hari Amal Bakti ke-78 Kemenag RI
 Kemenag Terbitkan Pedoman Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1443 H
Minta Menag Mundur, Auman Sumut Gelar Datangi Kantor Kemenag Sumut
BNPT Sebut 198 Pesantren Terafiliasi Kelompok Teroris, Ini Penjelasan Kemenag
komentar
beritaTerbaru
hit tracker