Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Sudah sebulan ini, pelaksanaan pembangunan Pasar Tradisional Kampung Lalang terus digenjot pengerjaannya. Selama ini, proyek yang memakan biaya hingga 26 miliar lebih ini sering mengalami hambatan. Hingga hari ini, pengerjaan pasar sudah mencapai 30 persen.
Menurut para pekerja, pembangunan pasar ini sering sekali terhambat pengerjaan akibat turunnya hujan yang mengakibatkan adanya genangan air yang membuat pekerja harus menghabiskan waktu untuk menguras air. “Permasalahannya di sini kalau hujan airnya pasti menggenang, akibatnya kita jadi tidak bisa bekerja, jadi harus nguras airnya dulu, dan itu butuh waktu yang lama, bisa hingga mencapai 2 sampai tiga hari malah,” ujar Sianturi, salah seorang pengawas proyek.
Alasan tersebut sepertinya tak bisa diterima para pedagang.Pasalnya, mereka mengaku pembangunan pasar hingga saat ini belumlah mencapai 30 persen, selain itu, adanya hambatan dalam pengerjaan pembangunan pasar ini seharusnya telah diperediksi dan telah diantisipasi oleh pelaksana pengerjaan. “Masa cuma selesai bagian dasar di bilang sudah 30 persen, seharusnya ini sudah bisa ditindaklah,” ungkap Erwina Pinem, salah seroang pedagang.
Pinem juga mengatakan bahwa hingga saat ini, pemerintah kota, baik itu dari Dinas Perkim sendiri belum juga datang untuk meninjau langsung pengerjaan pasar ini. Pedagang terus berharap agar pemerintah jangan diam saja dalam mengatasi permasalahan ini. "Jadi tak terulang kembali permasalaah pembangunan pasar Kampung Lalang seperti sebelumnya," tegas Pinem. (BS08)
Tags
beritaTerkait
komentar