Jumat, 21 Agustus 2026

Gerhana Langka Rabu Depan, Bulan Menjadi 14% Lebih Besar dan 30% Lebih Terang

Jumat, 26 Januari 2018 12:20 WIB
Gerhana Langka Rabu Depan, Bulan Menjadi 14% Lebih Besar dan 30% Lebih Terang
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Gerhana Bulan langka yang terakhir terjadi 152 tahun lalu akan terjadi pada penghujung bulan ini, tepatnya pada Rabu, 31 Januari mendatang. Untuk itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengajak masyarakat menyaksikan fenomena langka ini.
 
“Peristiwa ini cukup langka karena gerhana ini terjadi saat Bulan berada dalam konfigurasi supermoon dan bluemoon,” kata seorang pejabat Humas LAPAN dalam siaran persnya Jumat (26/01/2018).
 
Menurut pejabat tersebut, fenomena supermoon terjadi ketika saat purnama Bulan berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi sehingga ukuran Bulan ini menjadi 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang daripada biasanya. Sementara Blue moon adalah Bulan purnama yang terjadi dua kali dalam satu bulan kalender.
 
“Ketiga fenomena yang terjadi pada saat bersamaan, yaitu blue moon, super moon, dan gerhana Bulan, adalah peristiwa yang cukup langka terjadinya, karena peristiwa terakhir terjadi pada 31 Maret 1866 atau 152 tahun yang lalu.
 
Menurut pejabat tersebut, Gerhana Bulan terjadi ketika saat Bulan purnama Bumi menutupi Bulan sehingga Bulan tertutupi oleh bayangan Bumi. Orbit Bulan mengelilingi Bumi berbentuk elips sehingga jarak Bumi dengan Bulan selalu berubah, dan saat Bulan berada di titik terdekat (perigee) dengan Bumi bertepatan dengan Bulan purnama terjadilah supermoon.
 
Adapun fenomena yang berlangsung pada Rabu (31/01/2018) mendatang,  akan diawali dengan gerhana sebagian, diikuti dengan gerhana total, gerhana parsial lagi, dan Bulan sepenuhnya terlepas dari bayangan Bumi.
 
Tidak seperti gerhana Matahari yang hanya bisa diamati di daerah yang sangat terbatas, menurut Humas LAPAN, gerhana Bulan ini bisa diamati dari sebagian besar permukaan Bumi, yaitu dari daerah Amerika Utara, Samudera Pasifik, Siberia Timur dan Asia. Namun, gerhana ini tidak akan terlihat dari sebagian besar Amerika Selatan dan Afrika.
 
“Proses gerhana Bulan ini terbagi menjadi beberapa tahap, yaitu tahap gerhana parsial, gerhana total, dan gerhana parsial,” ungkap pejabat Humas LAPAN seraya menambahkan, proses gerhana berlangsung sekitar empat jam.
 
Dilansir setkab.go.id, tahap-tahap gerhana Bulan ini bisa dilihat seperti berikut. Awal gerhana parsial terjadi pada 18:48 WIB, Awal gerhana total terjadi pada 19:52 WIB, Puncak gerhana terjadi pada 20:30 WIB, Akhir totalitas terjadi pada 21:08 WIB, Akhir gerhana terjadi pada parsial 22:11 WIB.
 
LAPAN sendiri akan melakukan fenomena pengamatan gerhana bulan langka ini di tiga tempat, yaitu: 1. Balai pengamatan antariksa dan atmosfer LAPAN Sumedang; 2. Balai uji teknologi pengamatan antariksa atmosfer Garut; dan 3. Kantor Pusat Sains Antariksa LAPAN.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Gubernur Edy Rahmayadi Laksanakan Salat Gerhana Bulan
Besok Gerhana Matahari Cincin, Kemenag Bagikan Jadwal Salat Kusuf untuk Daerah Aman Covid
Ini Waktu Gerhana Matahari Cincin Dapat Dilihat di Wilayah Sumut Pada Minggu Mendatang
Siap-siap, Gerhana Matahari Cincin Terjadi Pada 26 Desember Ini
Ingat, Pada 28 Juli Mendatang, Gerhana Bulan Total Akan Berlangsung Selama 103 Menit
Fenomena Super Blue Blood Moon, Waspadai Rob
komentar
beritaTerbaru
hit tracker