Minggu, 19 April 2026

Ketum Dharma Pertiwi Tinjau Sentra Pembenihan Padi

Jumat, 05 Januari 2018 00:20 WIB
Ketum Dharma Pertiwi Tinjau Sentra Pembenihan Padi
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini Nanny Hadi Tjahjanto bersama Ketum Dharma Pertiwi dari masa ke masa Tri Sutrisno dan Widodo AS, beserta segenap Unsur Dharma Pertiwi meninjau Sentra Pembenihan Padi dan Penyuluhan Petani di Driyorejo Gresik, Jawa Timur, Kamis (04/01/2018).
 
Dalam kegiatan tersebut, Nanny beserta rombongan menerima paparan tentang kemajuan produksi pangan nasional dari Sekjen Kementan RI Heri Priyono yang menyampaikan bahwa dalam tiga tahun terakhir ini, Indonesia sudah tidak mengimpor beras dari luar negeri. “Semoga bersama TNI semakin menciptakan ruang ekonomi bagi rakyat Indonesia,” harapnya.
 
Nanny menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara agraris yang terkenal dengan pertaniannya dan sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Hal ini juga didukung dengan wilayah Indonesia yang sangat subur tanahnya terbentang dari Sabang sampai Merauke.“Sektor pertanian di Indonesia ini menjadi salah satu pilar ekonomi yang sangat penting bagi Indonesia. Untuk itu, majunya pertanian sangat penting bagi kemajuan bangsa Indonesia,” jelasnya.
 
Lebih jauh, Nanny mengungkapkan sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat strategis meningkatkan devisa negara dari ekspor hasil pertanian, penyediaan lapangan pekerjaan, dan masih banyak lagi. “Sektor pertanian ini juga memberikan kontribusi besar dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dengan kualitas pertanian yang baik, maka kualitas masyarakat Indonesia sendiripun menjadi lebih baik,” katanya.
 
Saat ini, kata Nanny, Indonesia masih sering menghadapi masalah pertanian, seperti adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri dan pemukiman yang menyebabkan penurunan produktivitas beras.“Perubahan musim yang tidak menentu juga dapat menyebabkan produksi beras menurun sehingga pemerintah pada saat-saat tertentu harus mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan nasional,” ungkapnya.
 
“Saya sebagai Ketum Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini sangat mengapresiasi dengan apa yang telah ditempuh oleh Sentra Pembenihan Padi dan Penyuluhan Petani di Driyorejo Gresik, yang telah ikut berpatisipasi dalam meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan petani. Kegiatan ini hendaknya terus ditingkatkan dan disosialisasikan kepada para petani, sehingga masyarakat dapat menikmati hasilnya,” pungkasnya menambahkan. (Rel)
 

Tags
beritaTerkait
Wujudkan Tanam Padi Tiga Kali Setahun, Gubernur Sumut Minta Bantuan ke Presiden untuk Perbaikan Tanggul
Bulog Gandeng Tentara Serap Gabah, Kodim Bakal Dilibatkan
Bos Baru Bulog Pede Bisa Serap 3 Juta Ton Beras dalam 3 Bulan
Prabowo Bakal Sikat Penggilingan yang Beli Gabah di Bawah HPP
Rakor Bidang Pangan Provinsi Sumut, Pj Gubsu Optimis Optimalisasi Pertanian Terwujud Lewat Kolaborasi Pusat dan Daerah
Kunjungan Bupati Nias Utara ke Kementerian Pertanian
komentar
beritaTerbaru
hit tracker