Jumat, 24 April 2026

BMKG Prediksi Sumut Terancam Angin Elnino, Poldasu Gelar Ops Aman Nusa II

Senin, 30 Oktober 2017 21:30 WIB
BMKG Prediksi Sumut Terancam Angin Elnino, Poldasu Gelar Ops Aman Nusa II
BERITASUMUT.COM/BS04
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prediksi jika di tahun depan akan terjadi anomali cuaca atau Angin Elnino dengan suhu sangat panas dan kering disertai hembusan angin sangat kencang yang berakibat akan lebih mudah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun 2018 mendatang.
 
Potensi Angin Elnino itu akan terjadi di semua daerah di Indonesia, termasuk di Sumatera Utara (Sumut). Untuk mengantisipasi itu, Polda Sumut menggelar Operasi Aman Nusa II 2017. "Operasi Aman Nusa II tahun 2017 dalam rangka Penanggulangan Karhutla di wilayah Provinsi Sumatera Utara yang dilaksanakan pada hari ini (kemarin). Darurat kebakaran hutan dan lahan maupun kabut asap sudah menjadi atensi Presiden RI."
 
"Melalui unit kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP-PPP) telah mengundang jajaran Polri untuk melaksanakan rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan, di mana Presiden melalui unit kerjanya menegaskan pentingnya peran pimpinan daerah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan memposisikan Kepolisian untuk menjadi inisiator dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan tersebut," jelas Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterapauw dalam amanatnya pada Apel Operasi Aman Nusa II tahun 2017 di Mapolda Sumut, Senin (30/10/2017).
 
"Kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap yang pernah terjadi mencapai taraf yang mengkhawatirkan dan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat serta aktivitas ekonomi di Provinsi Sumut. Di mana kabut asap telah mengganggu jarak pandang transportasi, baik darat maupun udara yang disebabkan meningkatnya intensitas kebakaran hutan dan lahan karena kemarau panjang atau unsur kesengajaan untuk pembukaan lahan pertanian/ladang oleh masyarakat," sambungnya.
 
Berdasarkan data yang dihimpun Satgas Penanganan Bencana Alam Polda Sumut yang berkoordinasi dengan BMKG Provinsi Sumut, rinci Waterpauw, ada 69 titik api terpantau dari bulan Agustus sampai Oktober 2017 yang tersebar di Provinsi Sumut. 
 
Lebih lanjut disampaikan orang nomor satu di jajaran Polda Sumut ini, penyelanggaraan Ops Aman Nusa II merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) No.11 tahun 2015 Tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, serta pemberlakukan Operasi Kontijensi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Aman Nusa II) oleh Polda Sumut yang melibatkan seluruh personil Polda Sumut dan jajaran. 
 
Dia memaparkan, penanganan bencana Karhutla serta kabut asap tidak hanya mengandalkan rekayasa cuaca, baik berupa hujan buatan dan water boombing maupun mengharapkan datangnya musim hujan, tapi perlu adanya langkah-langkah penanganan yang komprehensif dan terintegrasi.
 
"Melalui Apel Siaga Penanganan Darurat Kebakaran Hutan/Lahan dan Kabut Asap, kita akan melaksanakan aksi penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap di Provinsi Sumut dengan lebih optimal. Aksi yang akan kita lakukan mulai dari aksi pre-emtif, preventif maupun penegakan hukum untuk meminimalkan perilaku pembakaran hutan/lahan oleh perorangan maupun korporasi," pungkasnya. (BS04)

Tags
beritaTerkait
Pertamina Sumbagut Gandeng BKKBN Dukung Pembangunan Keluarga dan Kesejahteraan Pekerja
Ramadan dan Idulfitri 2026, Pertamina Sumbagut-Ombudsman Sumut Pastikan Kesiapan Stok dan Layanan Energi
Resmikan Desa Siaga Bencana, PLN UID Sumut Serah Terima Bantuan Program
Bank Sumut Rayakan Natal: Semangat Kasih Perkuat Empati Sosial, Etos Kerja, dan Persaudaraan
Ratusan Petugas Dikerahkan, PLN Sumut Perkuat Siaga Kelistrikan Akibat Cuaca Ekstrem
Empat Kabupaten di Sumut Dilanda Bencana Banjir dan Longsor Secara Bersamaan, 8 Orang Meninggal
komentar
beritaTerbaru
hit tracker