Senin, 20 April 2026

Rentan Perdagangan Orang, Pemprov Sumut Ajak Generasi Muda Punya Skill

Selasa, 10 Oktober 2017 14:00 WIB
Rentan Perdagangan Orang, Pemprov Sumut Ajak Generasi Muda Punya Skill
beritasumut.com/BS03
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Masalah perdagangan orang (human trafficking) yang banyak terjadi di berbagai daerah di Indonesia, dinilai sebagai dampak dari modernisasi yang rentan menimpa generasi muda. Sehingga perlu didorong agar peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus penting menghadapi dunia kerja atau usaha.
 
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut HM Fitriyus dalam kegiatan Coffee Morning dengan tema 'Mewaspadai Trafficking di Sekitar Kita', yang digelar di Aula Diskominfo Sumut, Senin (09/10/2017). Hadir di antaranya Plt Kadisnakertrans Sumut Fransisco Bangun, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumut, Kabid Pengelokaan Komunikasi Publik (PKP) Diskominfo Sumut Azis Batubara serta puluhan siswa SMK/SMA di Kota Medan.
 
Dikatakan Fitriyus, perdagangan orang saat ini tidak lagi dibatasi jarak dan wilayah. Dengan mudahnya akses komunikasi khususnya media sosial, membuat peluang pelaku trafficking menjerat korbannya semakin besar. Namun hal itu bisa dicegah dengan mengantisipasi adanya berbagai modus operandi yang memberikan janji seperti pekerjaan yang layak dan gaji tinggi.
 
"Penyebabnya ada beberapa, antara lain mudah terpengaruh iming-iming. Kemudian karena kehidupan dan strata sosial yang saat ini, masalah kita adalah lapangan pekerjaan yang tidak sebanding dengan jumlah kebutuhan kerja," ujar Fitriyus.
 
Sehingga ditekankannya, generasi muda khususnya, harus menempa diri agar memiliki kualitas dan kompetensi dunia kerja. Sebab tanpa keahlian, akan sulit dan bukan tidak mungkin terjebak dalam permainan perdagangan orang. Sebab, berdasarkan peringkat nasional, Sumut berada posisi tiga besar, karena persoalan ini tidak hanya terjadi di perkotaan, tetapi juga sudah mencakup wilayah pedesaan.
 
Sementara mewakili Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumut Emmy Suryana Lubis mengatakan peran orang tua dan keluarga sangat penting untuk menghindari terjadinya human trafficking. Selain itu, pendidikan dan kesadaran hukum agar bisa menyaring segala informasi yang diterima, apalagi sampai dibarengi janji seperti gaji besar.
 
"Penting juga dipahami, bahwa orang tua perlu menanamkan nilai moral kepada anak usia sekolah, bukan hanya ilmu pengetahuan saja. Karena di era globalisasi ini, akses informasi sangat mudah melalui gadget. Di sana banyak hal positif, tetapi tidak sedikit mengandung konten negatif," kata Emmy sembari menegaskan bahwa meskipun Sumut berada pada peringkat 3 Nasional korban trafficking nasional, sebagian besar menimpa warga di luar Sumut.
 
Pelaksana Tugas (Plt) Kadisnakertrans Sumut Fransisco Bangun mengatakan faktor penyebab banyaknya korban perdagangan orang di antaranya karena persoalan kesempatan kerja yang terbatas jumlahnya, sedangkan kebutuhan jauh lebih besar. Selain itu, banyak angkatan kerja yang tidak memiliki skill/kompetensi.
 
"Besarnya pengangguran karena beberapa hal diantaranya tidak sinkron antara dunia kerja dengan sekolah. Kedua yakni tingkat pertumbuhan ekonomi, dan keempat adalah kemampuan perusahaan menampung tenaga kerja," sebut Frans.(BS03)

Tags
beritaTerkait
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja
KADIN Medan Tegaskan Perlindungan HAM Harus Menyeluruh: Hak Tenaga Kerja dan Hak Pengusaha Sama-Sama Wajib Dilindungi
Tekankan Pentingnya Employability Skill, UPER Dorong Sinergi Akademisi-Industri
Pemko Binjai Tandatangani MoU dengan Kemnaker RI, Sinergikan Data Ketenagakerjaan untuk Perluas Akses Kerja dan Pelatihan
Pemprov Sumut Pulangkan 141 Korban TPPO dari Myanmar
komentar
beritaTerbaru
hit tracker