Rabu, 22 Juli 2026

Inilah Kronologi Pembunuhan Sadis Dua Kasus Begal Driver Grab di Medan

Selasa, 26 September 2017 20:15 WIB
Inilah Kronologi Pembunuhan Sadis Dua Kasus Begal Driver Grab di Medan
BERITASUMUT.COM/BS04
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kerja keras pihak kepolisian melalui tim gabungan Polrestabes Medan, Polsek Medan Baru dan Polsek Medan Kota diback-up personel Polda Sumut dalam mengungkap kasus perampokan dan pembunuhan sadis terhadap pengemudi Grab Bike, Ridwan Limbong dan sopir Grab Car, David Julher Simanjuntak membuahkan hasil. Hanya kurang dari 30 jam pasca kejadian, polisi sukses meringkus 4 pelaku yang kemudian tewas tertembus peluru petugas karena melakukan perlawanan.
 
Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Wakapoldasu, Brigjen Pol Agus Andrianto, Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Rina Sari Ginting, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho, Wakapolrestabes Medan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, serta pejabat utama Polda Sumut lainnya, Selasa (26/09/2017), di RS Bhayangkara Medan, menyampaikan pengungkapan kasus ini tak terlepas dari kerja keras anggotanya. "Ada 3 kasus kita rilis hari ini (kemarin). Semuanya berkat kerja keras anggota," kata Paulus.
 
Kasus yang pertama adalah perampokan disertai pembunuhan terhadap pengemudi Grab Bike, Ridwan Limbong (33), warga Jalan Palem IX, Linkungan X Blok IX No.39, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, yang tewas di Bundaran Hotel Pardede, Jalan Juanda, Medan Polonia.
 
Korban (Ridwan) yang ketika itu mengendarai sepeda motornya Honda Vario BK 2132 AHC, Sabtu (23/09/2017) pagi kemarin, sekira pukul 05.30 wib, tiba-tiba dipepet 4 pelaku mengendarai 2 sepeda motor. Korban spontan dianiaya dan ditusuk dengan senjata tajam (sajam) jenis pisau hingga tersungkur bersimbah darah. Selanjutnya, para pelaku melarikan diri. Namun salah satu pelaku, Mailando Dewantoro (24), warga Jalan Tuba IV No.22, Kecamatan Medan Denai, berhasil ditangkap setelah korban mencengkeramnya hingga terjatuh dari sepeda motor pelaku lain. Sementara korban (Ridwan) meninggal dunia saat di perjalanan menuju RS Bhayangkara.
 
Setelah mengamankan tersangka Mailando, petugas langsung bergerak cepat melakukan pegembangan. Hasilnya, Minggu (24/09/2017) sekira pukul 23.50 wib, petugas mendapat informasi jika tersangka lainnya, Zeilani alias Zei (25), warga Jalan Pinguin XIV, Perumnas Mandala Medan, yang berperan memukuli korban berkali-kali untuk merebut kereta korban, sedang melintas di Jalan HM Joni Medan, dengan mengendarai kereta Honda Vario warna ungu lis biru BK 5346 AHA.
 
Berbekal info itu, tim gabungan Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru,‎ dipimpin Kasat Reskrim AKBP Febriansyah melakukan pengejaran dan berhasil menangkap Zei. Namun, pada saat dilakukan pengembangan terhadap tersangka lainnya, pelaku melakukan perlawanan menggunakan pisau dan berusaha melarikan diri, sehingga diberikan tindakan tegas terukur. Setelah itu, pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk diberikan pertolongan medis, namun pelaku dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
 
Selanjutnya, Senin (25/09/2017) sekira jam 21.00 wib, petugas gabungan kembali melakukan pengembangan dan mendapat informasi keberadaan tersangka lainnya, Harianto alias Ari Tato (22), warga Tembung, Percut Seituan, yang berperan menusuk tubuh korban hingga 8 liang, sedang berada di Jalan Sabaruddin, Kecamatan Medan Area. Saat akan disergap, pelaku juga mengeluarkan pisau dan menyerang petugas.
 
Tim gabungan sudah melakukan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan pelaku. Malah pelaku terus menyerang petugas, sehingga petugas terpaksa menembak mati karena mengancam jiwa petugas. "Anggota masih memburu satu tersangka lagi berinisial A (DPO)," katanya. Sebagai barang bukti, petugas telah mengamankan 1 unit kereta Honda Vario 5346 AH (yang digunakan tersangka saat beraksi), 3 buah STNK, sebuah obeng, 2 pisau, 1 pisau lipat, 1 unit hape dan sebuah tas.
 
Kasus kedua, lanjut Paulus, perampokan disertai pembunuhan yang dialami sopir Grab Car, David Julher Simanjuntak (45), warga Jalan Kemiri II, Gang Harjo, No.19, Kelurahan Sudirejo II, Medan Kota. Korban dibunuh dan jasadnya dibuang di parit Jalan Sempurna, Kecamatan Medan Kota, tepatnya di depan Giant House, Minggu (24/9) dinihari, sekira jam 01.00 wib.
 
Petugas yang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan mengetahui keberadaan kedua tersangka Mhd Ari, warga Jalan Makmur, Pasar 7, Tembung dan Mhd Rizky, warga Kampung Kolam, Percut Seituan. Saat itu kedua tersangka masih mengendarai mobil Avanza warna putih BK 1281 BP milik korban dan melintas di Jalan Ismailiyah Medan Area, Senin (25/09/2017) sekira jam 06.02 wib. Selanjutnya, petugas mengejar mobil yang dikendarai kedua pelaku, namun pelaku justru melarikan diri. Petugas kemudian memberikan tembakan peringatan beberapa kali, namun tak digubris kedua pelaku.
 
Pelarian kedua tersangka berakhir di Jalan Pandu, Medan Kota, tepatnya di depan Toko Sinar Mulia Sejahtera, lantaran menabrak pohon. Setelah itu, pelaku keluar dari mobil dan berusaha melarikan diri serta menyerang petugas dengan pisau. Merasa terancam, petugas spontan menembak kedua tersangka hingga tewas di tempat. "Kedua tersangka ini yang menusuk dada, telinga, kepala dan bagian tubuh korban lainnya menggunakan pisau belati kecil hingga meninggal dunia," kata Irjen Paulus.
 
Barang bukti yang diamankan dari kedua tersangka, yakni 2 unit hape, KTP, SIM, ATM, STNK mobil Toyota Avanza BK 1281 BP, kunci mobil, sebuah tas warna loreng. "Motif para pelaku perampokan dan pembunuhan adalah ingin menguasai harta korban," tandasnya.
 
Istri David Julher Simanjuntak, sopir Grab Car, Mama Dicta Br Sihombing (47), mengaku puas karena kasus yang menimpa suaminya cepat terungkap. "Saya berterimakasih sama bapak-bapak polisi karena bisa menangkap pelaku dan menembaknya mati. Karena nyawa harus dibayar nyawa juga," katanya berurai air mata.
 
Dijelaskannya, almarhum suaminya baru 8 bulan menjadi sopir Grab Car, sejak Januari dan sebelumnya korban bersama dia merupakan pedagang kain di Pusat Pasar Medan. "Baru 8 bulan abang (korban) jadi sopir Grab. Itu dia lakukan saat waktu senggang, saat sudah mengantar saya ke toko kain di Pusat Pasar," ungkap ibu dua anak ini.
 
Dia juga tak lupa berterimakasih terkait solidaritas para Driver Grab yang luar biasa saat mendatangi rumahnya untuk melayat. "Rasa peduli dan solidaritas sepeti dukungan dan simbangssih berupa materi luar biasa dari para Driver Grab. Bahkan saat akan dimakamkan, ada sekitar ribuan Driver Grab yang mengantarnya," kenangnya. (BS04)

Tags
beritaTerkait
Bongkar Jaringan Vape Ilegal, Polisi Sergap Seorang Komplotan Narkotika Internasional di Salah Satu Hotel di Medan
Adanya Bukti Damai, Putri Saraswati Berharap Roberto Dibebaskan dari Polrestabes Medan
Massa FRAKSi Desak Polda Sumut Tutup Markas Judi Mesin Tembak Ikan di Lubukpakam
TO Satres Narkoba Polrestabes Medan Semakin Eksis Edarkan Sabu di Jermal 7, Segera Ditangkap
KADIN Medan Apresiasi TNI AL Tangkap Begal di Belawan, Dinilai Tingkatkan Keamanan
Kapolrestabes Medan Terima Audiensi Panitia Zikir Akbar Nasional Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia
komentar
beritaTerbaru
hit tracker