Sabtu, 25 April 2026

Perbaikan Infrastruktur Jalan, LAPK Nilai Walikota Medan Diskriminasi

Senin, 25 September 2017 21:45 WIB
Perbaikan Infrastruktur Jalan, LAPK Nilai Walikota Medan Diskriminasi
BERITASUMUT.COM/BS03
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Janji Walikota Medan, Dzulmi Eldin untuk menuntaskan perbaikan infrastruktur jalan akan rampung pada Tahun 2017, sepertinya tidak akan terwujud. Perbaikan yang dilakukan masih terkonsentrasi di kecamatan tertentu saja sehingga terjadi diskriminasi pada daerah tertentu. 
 
"Sebagai perbandingan, antara kecamatan Johor dilakukan perbaikan 2 kali sepanjang 2017 dengan kecamatan Medan Timur yang sudah 3 tahun rusak parah tak kunjung selesai diperbaiki," kata Sekretaris Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK), Padian Adi Siregar kepada wartawan, Senin (25/09/2017).
 
Penderitaan akibat jalan rusak selama bertahun-tahun, katanya, sangat dirasakan warga Glugur Darat dan Kampung Durian termasuk mahasiswa dan pegawai Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU0 yang harus berjuang melewati lumpur dikala hujan dan menghirup abu dikala kemarau akibat sisa galian parit yang tak kunjung selesai. 
 
Dua akses jalan menuju UMSU yaitu Jalan Mukhtar Basri dan Jalan Bukit Barisan kondisinya sangat parah sudah 3 kali berganti walikota dan sudah puluhan pejabat yang berkunjung tapi tak kunjung diperbaiki. "Sampai ada adagium mungkin harus presiden yang lewat jalan Mukhtar Basri dan Bukit Barisan baru jalan diperbaiki," katanya.
 
Tentu kerugian yang dialami sangat besar sekali termasuk iklim usaha tidak menjanjikan di kawasan ini tidak seperti kawasan kampus lain yang menjadi pusat tongkrongan mahasiswa. Kerugian tidak langsung dirasakan pengguna kenderaan yang melintas mulai dari kendaraan yang rusak hingga tidak produktifnya mahasiswa UMSU secara umum. Karena tidak dapat melakukan aktivitas lain di luar kampus, karena akses keluar kampus jadi lambat dan macet akibat jalan rusak parah.
 
Langkah yang dilakukan warga sekitar UMSU agar Pemko Medan memperbaiki jalan rusak sudah berulangkali. Mulai dari tanam pohon, semen jalan bahkan protes secara langsung sudah dilakukan, tetapi Walikota Medan tidak bergeming dari sikap arogansi dan diskriminatif. 
"Maka, jargon Medan Rumah Kita hanya hisapan jempol semata atau malah maksudnya kalau jalan rusak warga sendiri harus memperbaiki," tegasnya.
 
Idealnya, sambung Padian, pengguna jalan yang melintas lebih dari 25.000 orang per minggu khususnya mahasiswa UMSU sebanyak 20 ribu orang harus melakukan protes terhadap Pemko Medan yang diskriminatif. Warga harus mendorong Pemko Medan segera melakukan perbaikan jalan rusak di Jalan Mukhtar Basri dan Bukit Barisan yang dinilai sangat lambat dikerjakan.
 
Padahal APBD tahun 2016 dan APBD tahun 2017 telah dianggarkan untuk perbaikan Jalan Mukhtar Basri sekitarnya, tetapi mendekati akhir tahun belum kunjung diperbaiki.Walikota harus sadar warga Medan Timur juga warga Kota Medan maka tidak ada alasan Pemko Medan tidak melakukan perbaikan jalan di Jalan Mukhtar Basri dan Bukit Barisan. Jangan sampai Medan Johor merupakan akses jalan rumah pribadi Walikota Medan dilakukan pemeliharaan walaupun belum rusak sementara Warga Medan Timur menderita akibat jalan rusak bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki. (BS03)

Tags
beritaTerkait
KADIN Medan Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dukung 5 Pilar Iklim Investasi Pemko Medan
Ketua KADIN Halal Bihalal dengan Ketua DPRD dan Wakil Walikota Medan
Walikota Medan Ingatkan Dinas PKPCKTR Soal Perencanaan dan Perawatan Aset
Walikota Medan Minta Dinas SDABMBK Petakan Jalan Rusak dan Drainase Yang Perlu Diremajakan
Apel Perdana Pasca Libur Idulfitri, Rico Waas Minta Jajaran Pemko Medan Langsung Bekerja Layani Masyarakat
Mudik Gratis Bareng Pemko Medan, Walikota Lepas 1.969 Pemudik ke 12 Kota Tujuan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker