Jumat, 08 Mei 2026

Hasil Survei EHRA, 56,7 Persen Sampah Berserakan di Humbahas

Kamis, 21 September 2017 10:15 WIB
Hasil Survei EHRA, 56,7 Persen Sampah Berserakan di Humbahas
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Wakil Bupati (Wabup) Humbang Hasundutan (Humbahas) Saut Parlindungan Simamora membuka acara seminar hasil survei penyelenggaraan studi EHRA (Environmental Health Risk Assessment) atau disebut dengan analisis resiko kesehatan lingkungan di Kabupaten Humbahas tahun 2017 bertempat di Aula Huta Mas Doloksanggul, Rabu (20/09/2017) kemarin.
 
Hadir dalam seminar ini, Kadis Kesehatan Humbahas dr Budiman Simanjuntak MKes, para Camat dan Kepala Desa. EHRA merupakan sebuah studi atau penelitian yang bersifat terapan. EHRA merupakan studi penilaian resiko kesehatan karena lingkungan.
 
Wabup mengatakan, studi EHRA ini adalah survei partisipatif di kabupaten untuk memahami kondisi fasilitas dan hygienitas serta perilaku-perilaku masyarakat pada skala rumah tangga yang merupakan gambaran kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat.
 
"Studi ini dilaksanakan di 15 desa yang berada di Kabupaten Humbang Hasundutan. Data yang dihasilkan dimanfaatkan untuk pengembangan sanitasi termasuk advokasi di kabupaten sampai dengan desa/kelurahan yang akan digunakan pokja sanitasi kabupaten sebagai salah satu bahan untuk menyusun buku putih sanitasi dan strategi sanitasi kabupaten," ungkap Wabup dilansir dari laman resmi humbanghasundutankab.go.id, Kamis (21/09/2017).
 
Secara substansi, lanjut Wabup, hasil studi EHRA memberi data ilmiah dan faktual tentang ketersediaan layanan sanitasi di tingkat rumah tangga dalam skala kabupaten.  Subsektor sanitasi yang menjadi objek studi meliputi limbah cair domestik, limbah padat atau sampah dan drainase lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat termasuk praktek cuci tangan pakai sabun. "Ini merupakan lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat yang dikembangkan Kementerian Kesehatan RI," jelas Wabup.
 
Pelaksanaan kegiatan itu memaparkan hasil survei penyelenggaraan studi EHRA yang merupakan salah satu dari beberapa studi primer yang harus dilakukan kelompok kerja sanitasi. Hasil studi EHRA secara singkat antara lain, sampah berserakan 56,7%, memiliki jamban pribadi 84,8 % yang dilengkapi tangki septic 70,2%.  Rumah tangga memiliki saluran air limbah 61,2 %. Rumah tangga menggunakan air ledeng PDAM untuk memasak 33,5%. Responden yang melakukan praktek cuci tangan pakai sabun sebelum makan 47,5% dan setelah buang air besar 46,2%.(BS02)

Tags
beritaTerkait
Jaga Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Pertamina Sumbagut Borong 12 PROPER Hijau
Hari Pahlawan, PLN Dorong Guru SMK Jadi Pelopor Konversi Motor Listrik di Kota Medan
UPER Hadirkan Urban Farming yang Ramah Lingkungan
Pemko Binjai Ikuti Launching Hasil Survei Penilaian Integritas 2024 Secara Daring
Ketua KPK Ungkap Ada Kabupaten yang Coba Kondisikan Survei Integritas
Pj Bupati Langkat Dorong PROKLIM dan RPPLH Wujudkan Lingkungan Berkelanjutan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker