Jumat, 24 April 2026

Aksi Penyerangan di Markas Polda Sumut, Petugas Brimob Lumpuhkan Dua Terduga Teroris

Minggu, 25 Juni 2017 10:45 WIB
Aksi Penyerangan di Markas Polda Sumut, Petugas Brimob Lumpuhkan Dua Terduga Teroris
BERITASUMUT.COM/BS04
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Petugas penjagaan Markas Polda Sumut yang terdiri dari petugas gabungan Brimob, Sabhara dan  Pelayanan Markas (Yanma) Polda Sumut berhasil melumpuhkan 2 (dua) orang terduga teroris yang melakukan penyerangan pada pos penjagaan pintu 3 yang merupakan pintu keluar Mapolda Sumut. 
 
Penyerangan teror yang tidak terduga tersebut terjadi pada Minggu (25/06/2017) sekitar pukul 03.00 Wib Pos dengan jumlah pelaku sebanyak 2 orang yang diduga teroris. Pelaku diduga masuk dengan cara melompat pagar dan kemudian melakukan penyerangan dengan menggunakan pisau.
 
Kapolda Sumut Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel M Si kepada wartawan usai pelaksanaan halal bilhalal di Mapolda Sumut menjelaskan, saat penyerangan berlangsung, anggota Brimob yang berjaga di Pintu 2 yang juga merupakan pintu masuk VIP sebanyak 14 orang dengan sigap langsung melakukan penyerangan balik dengan menembak pelaku. Begitu pula dengan 9 orang personil Sabhara langsung membantu meringkus kedua orang terduga teroris tersebut.
 
“Satu orang pelaku meninggal dunia di tempat terkena luka tembakan dan satu orang berhasil dilumpuhkan hidup hidup. Namun akibat penyerangan tersebut, satu Anggota jaga pos 3 dari Yanma Aiptu M. Sigalingging harus gugur dalam tugas dengan luka tusuk dan sobek di bagian pipi kanan, dagu, leher atas, dan dada kiri yang diduga karena terjadi perkelahian dan perlawanan di kamar pos jaga,” jelas Irjen Rycko dilansir dari laman resmi Tribratanews.sumut.polri.go.id.
 
Pada saat kejadian, lanjut Irjen Rycko, pos penjagaan di pintu 3 dijaga oleh 4 orang anggota Yanma, 2 orang dipenjagaan, sedangkan 2 orang lainnya melakukan patroli.“Dua orang yang sedang berada di penjagaan tersebut adalah Aiptu M. Sigalingging dan Brigadir E. Ginting. Sebelum kejadian, Aiptu M. Sigalingging minta ijin istirahat di ruang jaga kepada Brigadir Ginting, sementara Brigadir Ginting berjaga dan jalan di depan penjagaan,” tutur Irjen Rycko.
 
Tak menyangka, Brigadir E. Ginting mendengar suara ribut di kamar penjagaan dan melihat ada dua orang asing sudah berada di dalam kamar tempat Aiptu M Sigalingging istirahat dan terjadi keributan.
 
“Brigadir Ginting kemudian mendatangi kamar dan terjadi perkelahian, pelaku berteriak ALLAHU AKBAR sambil mengancam dengan pisau. Akibat perkelahian tersebut mengakibatkan Aiptu M. Sigalingging tertusuk pisau yang dibawa oleh pelaku. Brigadir E. Ginting lalu lari berteriak meminta bantuan kepada anggota Brimob yang sedang patroli dan yang bertugas di pos Jaga 2. Anggota Brimob yang jaga langsung melakukan penyerangan dengan menembak pelaku sehingga satu orang pelaku meninggal dunia di tempat dan satu orang hidup,” jelas Irjen Rycko menjelaskan kejadian penyerangan tersebut.
 
Polda Sumut sendiri memiliki 2 pintu masuk dan 1 pintu keluar dan seluruhnya ditutup setelah jam 18.00 wib. Pintu 1 (pintu masuk) sendiri dijaga oleh 9 orang personil Direktorat Sabhara, Pintu 2 ( pintu masuk VIP) dijaga oleh 14 orang personil Sat Brimob sementara Pintu 3 (pintu keluar) yang menjadi target penyerangan terduga teroris dijaga oleh 4 anggota Yanma.(BS04)
 

Tags
beritaTerkait
Kualitas Pendidikan di Sumatera Utara Masih Timpang, Akademisi Tawarkan Solusi Strategis
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Pemulihan Huntara Ketapiang Bersama Direksi Pertamina dan Komisi VI DPR RI
Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara
Lulusan Kampus Energi Didorong Jadi Penggerak Transisi Energi
Selamatkan Pesisir Mundam-Dumai, UPER Galang Kolaborasi dengan Industri dan Pemda
Universitas Pertamina Bahas Risiko Iklim dan Transisi Energi di ICONIC-RS 2025
komentar
beritaTerbaru
hit tracker