Sabtu, 18 April 2026

Heboh Persekusi, Ini Pengertian Persekusi Menurut Pejabat Polda Sumut

Selasa, 06 Juni 2017 20:00 WIB
Heboh Persekusi, Ini Pengertian Persekusi Menurut Pejabat Polda Sumut
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Beberapa waktu terakhir ini, masyarakat diperdengarkan dengan kata-kata persekusi. Menurut Dir Pamobvit Polda Sumut Kombes Pol Hery Subiansauri, Perkusi bermakna perburuan manusia untuk dihakimi semena-mena.
 
"Jadi, kalau ada yang datang memaksa masuk ke rumah atau kantor yang merupakan wilayah privat (melanggar KUHP Pasal 167 ayat 1 tentang masuk pekarangan orang lain: pidana penjara 9 bulan), dan kemudian memaksa untuk menandatangani pernyataan maaf (melanggar KUHP Pasal 335 ayat 1 butir 1 tentang perbuatan tidak menyenangkan: pidana penjara 1 tahun) dan jika menolak maka akan membawa paksa target ke kantor polisi di luar kehendak yang bersangkutan (melanggar KUHP Pasal 333 ayat (1) tentang penculikan: pidana penjara 8 tahun) dengan alasan karena si target dianggap telah melakukan penghinaan agama. (Pasal 156a: pidana penjara 5 tahun)," jelasnya, Selasa (06/06/2017).
 
Beruntung, kata dia, Indonesia masih belum mengadopsi Statuta Konvensi Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Padahal, kalau sudah, maka individu (tidak hanya negara) pelaku persekusi atau perburuan manusia yang disertai latar belakang kejahatan kemanusiaan, genosida atau kejahatan perang dapat juga sekalian dihadapkan ke Pengadilan Kriminal Internasional di Den Hague untuk dikurung seumur hidup di Belanda.
 
Pasal 167 ayat (1) KUHP: "Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak tiga ratus rupiah, barang siapa memaksa masuk ke dalam rumah, ruangan atau pekarangan tertutup yang dipakai orang lain dengan melawan hukum atau berada di situ dengan melawan hukum, dan atas permintaan yang berhak atau suruhannya tidak pergi dengan segera, diancam dengan pidana penjara paling lima sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
 
”Pasal 335 ayat (1) butir (1) KUHP: “Barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, atau dengan memakai ancaman kekerasan baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.
 
”Pasal 333 KUHP ayat (1): ”Barangsiapa dengan sengaja dan melawan hukum merampas kemerdekaan seseorang atau meneruskan perampasan kemerdekaan yang demikian, diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun”.
 
Pasal 7 ayat (1) (h): “Persecution against any identifiable group or collectivity on political, racial, national, ethnic, cultural, religious, gender or other grounds that are universally recognized as impermissible under international law” as a crime against humanity.
 
Terjemahannya, kata Hery, persekusi terhadap sekelompok orang berdasarkan identitas politik, ras, kewarganegaraan, suku, agama, jender, atau alasan lainnya yang diakui secara luas tidak dapat dibenarkan berdasarkan hukum internasional sebagai kejahatan kemanusiaan.(BS06)

Tags
beritaTerkait
KOI Nyatakan Keberatan ke BWF atas Diskriminasi yang Diterima Tim Indonesia
Indonesia Diminta Berperan Lebih Strategis Hentikan Diskriminasi Terhadap Uighur
Banyaknya Masyarakat Main Hakim Sendiri Terhadap Pelaku Kejahatan, Cerminan Jika Masyarakat Frustasi
Musyawarah, Energi Positif untuk Selesaikan Perbedaan
Empat Pelaku Penyerangan Satu Keluarga di Binjai Ditangkap
DPR Desak Kapolri Sigap Tindak Pelaku Aksi Persekusi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker