Rabu, 02 September 2026

Gunung Sinabung Meletus, Semburkan Material Hingga 4 Kilometer

Sabtu, 20 Mei 2017 11:42 WIB
Gunung Sinabung Meletus, Semburkan Material Hingga 4 Kilometer
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tetap tinggi. Gunung Sinabung kembali meletus dengan intensitas tinggi dimana tinggi kolom abu letusan mencapai 4 kilometer, amplitudo 120 milimeter dan lama gempa vulkanik 343, Sabtu (20/05/2017) pukul 06.46 Wib. Angin perlahan ke arah tenggara. 
 
PVMBG masih menetapkan status Gunung Sinabung tetap Level IV atau Awas. Potensi letusan susulan masih tinggi. PVMBG merekomendasikan masyarakat dan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan - Tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor Tenggara - Timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor Utara - Timur Gunung Sinabung. 
 
"Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap ancaman bahaya lahar. Mengingat telah terbentuk bendungan alam di hulu Sungai Laborus, maka penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol, bila tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.(BS01)

Tags
beritaTerkait
TNI Kerahkan Pesawat TNI AU Kirimkan Bansos untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT
TNI Siaga Bantu Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur
TNI Dirikan Tenda Kesehatan dan Dapur Umum Bantu Korban Erupsi Gunung Lewotobi NTT
Erupsi Gunung Marapi Sumbar, Total Korban Meninggal Dunia 22 Orang
Lima Korban Meninggal Teridentifikasi, 18 Orang Masih Dalam Pencarian
Erupsi Gunung Marapi Sumbar, 11 Pendaki Ditemukan Meninggal
komentar
beritaTerbaru
hit tracker