Minggu, 13 September 2026

Presiden Jokowi: Ketegangan di Semenanjung Korea Harus Dihentikan

Minggu, 30 April 2017 19:30 WIB
Presiden Jokowi: Ketegangan di Semenanjung Korea Harus Dihentikan
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea menjadi perhatian Presiden Joko Widodo dalam sesi retret di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-30 ASEAN, di Formal Living Room, Coconut Palace, Manila, Sabtu (29/04/2017).
 
Presiden menegaskan, ASEAN harus mengirim pesan kuat kepada Korea Utara agar menaati semua resolusi Dewan Keamanan PBB. Selain itu, ASEAN juga mengharapkan semua pihak untuk menahan diri agar ketegangan di Semenanjung Korea tidak semakin memburuk.
 
“Stabilitas dan perdamaian di Semenanjung Korea harus segera dikembalikan,” seru Presiden Jokowi, seperti dilansir setkab.go.id.
 
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa dirinya akan membahas situasi di Semenanjung Korea dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, dalam waktu dekat.
 
Ajak RRT Berkontribusi
 
Dalam retret itu, para pemimpin ASEAN juga membahas isu internasional lain, seperti pemberantasan terorisme dan Laut Tiongkok Selatan.
 
Indonesia mengharapkan kiranya kawasan Laut Tiongkok Selatan tidak dijadikan proyeksi bagi kekuatan negara-negara besar.
 
“Indonesia mengajak Republik Rakyat Tiongkok untuk terus memberikan kontribusi bagi stabilitas dan perdamaian di Laut Tiongkok Selatan,” kata Presiden.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Menhan Sjafrie Menerima Dubes China Wang, Sepakati Peningkatan Hubungan Bilateral
Indonesia dan Tanzania Sepakat Perkuat Kerja Sama di Sejumlah Bidang
Trilateral dengan Fiji dan Papua Nugini, Presiden: Indonesia Berkomitmen Jadikan Pasifik Damai, Stabil dan Sejahtera
Indonesia dan Jepang Sepakat Tingkatkan Status Kemitraan Jadi Strategis Komprehensif
Menhan Prabowo Bertemu PM Malaysia Anwar Ibrahim, Bicara Hubungan Bilateral dan Regional
Presiden Jokowi Apresiasi 70 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Tiongkok
komentar
beritaTerbaru
hit tracker