Minggu, 26 April 2026

Enam Hari Diburu, Otak Pembunuhan Sekeluarga di Mabar Belum Ditangkap

Jumat, 14 April 2017 19:20 WIB
Enam Hari Diburu, Otak Pembunuhan Sekeluarga di Mabar Belum Ditangkap
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Andi Lala (34), masih terbilang licin. Setiap kali hendak disergap petugas, otak pelaku pembunuhan sekeluarga di Jalan Mangaan Gang Benteng, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, sudah keburu kabur.
 
"Waktu kita menyergap tersangka Roni dan Andi Syahputra, Andi Lala sudah kabur," kesal Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, kemarin.
 
Kendati demikian, Nainggolan tetap yakin dan optimis tim gabungan kepolisian akan berhasil meringkus Andi Lala yang sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).
 
Apalagi, foto DPO Andi Lala sudah disebar hingga ke pemukiman warga. Kerjasama dengan Polda tetangga dan lintas instansi terkait serta sektoral sudah berjalan. Foto DPO dipajangkan di tempat keramaian, seperti bandara, stasiun, terminal, pelabuhan dan tempat keramaian lainnya. Harapannya, masyarakat segera menginformasikan ke petugas terdekat jika melihat atau mengetahui keberadaan Andi Lala.
 
Karena itu, dia mengimbau kepada Andi Lala lebih baik cepat menyerahkan diri, sebelum tim gabungan bertindak tegas. Sebab, dua tersangka lainnya, Roni (21), warga Jalan Pembangunan II, Lubuk Pakam, Deli Serdang, sebagai esksekutor membantu Andi Lala saat menghabisi korban, Syifa dan Gilang serta Kinara yang selamat dari maut setelah sempat kritis sudah ditangkap, Rabu (12/04/2017).‬ Kedua kaki keponakan (anak abang, red) Andi Lala tersebut tertembus timah panas petugas.
Sedangkan ‪seorang tersangka lagi, Andi Sahputra (27) warga Jalan Sempurna, Desa Sekip, Deli Serdang yang berperan membantu Andi Lala dan Roni mengawasi situasi dan kondisi sekitar lokasi tempat tinggal korban dari teras rumah ketika peristiwa terjadi, tiba di Mapolda Sumut, Rabu (12/04/2017) malam. Kakinya dihadiahi sebutir timah panas.
 
"Kita imbau dia (Andi Lala) segera menyerahkan diri, sebelum diambil tindakan tegas," ujar Nainggolan.
 
Dia berujar, penangkapan terhadap Andi Lala wajib dan harus dilakukan pihaknya agar kasusnya terungkap secara utuh dan sesuai dengan penyidikan. Kepolisian merasa tertekan, karena media setiap saat menanyakan up date (perkembangan) pengungkapan kasus pembunuhan sadis tersebut.
 
"Cobalah, setengah tujuh pagi (06.30 WIB) saya sudah ditelpon rekan media, menanyakan perkembangan kasusnya. Mereka pikir, lebih pentingnya media dari pada kepolisian untuk menangkap tersangka. Menangkap penjahat sudah tugas kita, dan itu pasti akan diekspos kalau sudah jelas," imbuhnya.
 
Ditanya soal lokasi pelarian dan persembunyian tersangka, Nainggolan meyakini sudah tidak berada di kabupaten/kota terdekat. Namun, mantan Kapolres Nias Selatan (Nisel) juga tidak mau berandai-andai.
 
Dia hanya mengomentari gencarnya pemberitaan soal Andi Lala membuat DPO tersebut semakin sulit ditangkap. Tapi Nainggolan juga memahami perusahaan media massa selalu bersaing untuk menyajikan pemberitaan yang tercepat dan akurat. 
 
"Belum tahu kita apakah sudah keluar Sumut. Kalau dia masih di sini (Medan-Deli Serdang), pasti sudah ditangkap. Yang jelas, kita sudah koordinasi dengan Polda tetangga dan jajaran lainnya. Terus diberitakan, makin jauhlah dia," tukasnya.
 
Sebelumnya, Waka Polda Sumut, Brigjen Pol Agus Andrianto, Selasa (11/04/2017) menyebutkan kedua tersangka diamankan petugas, Rabu (12/04/2017) pagi sekitar jam 10.00 WIB dari dua lokasi berbeda, masing-masing Desa Sei Alim Ulu, Dusun II, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan persis di rumah seorang warga, Surahman  kerabat tersangka, Andi Syahputra dan di kawasan Lubuk Pakam.
 
"Dari penangkapan itu ada barang bukti diamankan dari salah satu keponakan AL, otak pelaku yang masih dikejar. Kemungkinan adanya tersangka lain juga masih didalami, karena motif diduga bukan hanya dendam tapi ada permasalahan lain," sebut Agus kepada wartawan.
 
Sementara, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting menyebutkan, berkaitan kasus tersebut pihaknya juga membawa seorang saksi Irwansyah (33) warga Jalan Galang simpang Jalan STM Lubuk Pakam, Deli Serdang.
Para tersangka yang diduga orang dekat korban turut membawa kabur satu unit sepeda motor dan telpon genggam milik salah seorang korban. Polisi telah menggeledah rumah Andi Lala dan menemukan sejumlah barang bukti milik korban. 
 
Lima orang korban, terdiri suami
Riyanto (40), istrinya Sri Ariyani (40), Sumarni (60), mertua Riyanto, Naya (13) putri Riyanto, dan Gilang (8) putra Riyanto. Sedangkan, seorang lagi anak korban sempat kritis, Kirana (4).(BS04)

Tags
beritaTerkait
Pembunuhan Sadis Terhadap Lisbet Napitupulu Ditangkap
Nenek 70 Tahun Tewas Terbunuh, Kondisi Kaki dan Tangan Terikat
Polres Deli Serdang Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sekeluarga
Jasad Pelaku Pembunuhan Sekeluarga di Tanjung Morawa Ditolak Warga
Polres Deli Serdang Berhasil Tangkap Pelaku ke-4 Pembunuhan Sekeluarga di Tanjung Morawa
Poldasu Gelar Olah TKP Rumah Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Tanjung Morawa
komentar
beritaTerbaru
hit tracker