Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Waka Polda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto didampingi Dir Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Nurfallah, Kabid Humas Kombes Pol Rina Sari Ginting, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Yemmi Mandagi, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Edy Safari menyebutkan, dari keterangan 12 orang saksi, disimpulkan bila pelaku lebih dari satu dan otak pelaku adalah Andi Lala.
Menurut Agus, motif pembunuhan sadis itu dugaan sementara dilatarbelakangi dendam. Hal itu jika dilihat dari cara pelaku menghabisi kelima korban dan satu putri korban yang selamat.
"Sementara ini jika dilihat dari kondisi para korban dan luka yang dialami, motif diduga dendam. Namun menyangkut persoalan apa belum diketahui jelas, karena pelaku masih dalam pengejaran. Saksi yang dimintai keterangan berkaitan kasus ini sudah 12 orang termasuk istri pelaku. Kita imbau agar Yang bersangkutan segera menyerahkan diri sebelum tindakan yang lebih jauh dilakukan pihak kepolisian," tegas Agus kepada wartawan, Selasa (11/04/2017).
Ditanya dengan apakah Andi Lala menghabisi satu keluarga itu, Agus belum bisa menjawabnya. Karena sejauh ini, barang bukti yang dipakai untuk menghabisi Riyanto sekeluarga masih belum ditemukan. "Barang bukti dengan apa dihabisinya, belum ditemukan. Sabar dulu, masih dalam penyelidikan," ucapnya.
Sementara itu Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Nurfallah menambahkan, terduga pelaku pembantaian tidak beraksi seorang diri. Menurutnya dari hasil penyelidikan, Andi diduga dibantu dua orang rekannya yang masih belum diketahui pasti identitasnya.
"Hasil penyelidikan pelaku berjumlah tiga orang, namun dua orang lainnya hanya sebatas membantu terduga pelaku saat peristiwa tersebut terjadi. Mengenai informasi latarberlakang dendam pelaku terhadap korban juga masih didalami sembari mengejar terduga pelaku yang sudah di DPO. Pembantaian itu dilakukan pelaku bukan menggunakan sajam, tapi benda tumpul yang dipukulkan di kepala semua korbannya," imbuh Nurfallah.(BS04)
Tags
beritaTerkait
komentar