Rabu, 26 Agustus 2026

Peringati Ulang Tahun, Google Doodle Tampilkan Pramoedya Ananta Toer Hari ini

Senin, 06 Februari 2017 19:30 WIB
Peringati Ulang Tahun, Google Doodle Tampilkan Pramoedya Ananta Toer Hari ini
BERITASUMUT.COM/IST
Google Doodle hari ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Pramoedya Ananta Toer, itulah gambar ilustrasi yang dimunculkan oleh Google Doodle pada Senin (06/02/2017) hari ini. Jika Anda membuka mesin pencari Google, Anda akan melihat gambar ilustrasi seorang pria berambut putih, berkacamata, dan berkaus sambil mengetik di mesin tik manual.
 
Ya, Google Doodle hari ini membuat sebuah perayaan ulang tahun ke-92 baginya. Meski, sastrawan ini telah tutup usia akibat komplikasi diabetes serta penyakit jantung pada 31 April 2006 lalu. Pram sendiri lahir pada tahun 1925 silam. Semasa hidupnya, Pram, demikian dia disapa, menulis berbagai novel, cerita, jurnal, dan kronik sejarah. Dia kerap mengkritik pemerintah melalui karya-karyanya, sehingga kerap bersinggungan dengan penguasa di masanya.
 
Dilansir dari berbagai sumber, pemerintah Belanda di masa masih menjajah Indonesia, pernah memenjarakan Pram. Rezim Soekarno pun tak akur dengan Pramoedya Ananta Toer. Begitu pula rezim Soeharto yang menyensor berbagai tulisannya, menudingnya sebagai komunis, hingga memenjarakannya di Pulau Buru selama 30 tahun.Di antara banyak karya tulis Pramoedya, satu yang paling terkenal, bahkan hingga ke mancanegara, adalah Tetralogi Buru.
 
Novel ini terdiri dari empat judul, yakni Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. Ceritanya berkutat pada kehidupan Minke, nama lain dari Raden Mas Tirto Adhi Soerjo, yang dianggap sebagai tokoh pers dan kebangkitan nasional Indonesia.
Proses penulisannya menyisakan sebuah cerita yang menarik. Pasalnya, Pram menulis Tetralogi Buru semasa dia ditahan dan diasingkan di Pulau Buru, Maluku. Bahkan, kala itu Pram sama sekali tidak diberi akses  mendapatkan pena, kertas atau alat tulis lain.
 
Semasa pembatasan akses tersebut, Pram menceritakan garis besar naskah Tetralogi Buru secara lisan pada kawan-kawannya sesama tahanan. Detil-detil Tetralogi Buru baru ditulis oleh Pram saat dia diperbolehkan menulis di tahanan dan mendapatkan akses alat tulis. Saa itu, Pramoedya merupakan satu-satunya tahanan yang mendapat pinjaman mesin tulis. 
 
Pada 1979, Pramoedya Ananta Toer dibebaskan dari tahanan dan dinyatakan tidak bersalah serta tidak terlibat Gerakan 30 September (G-30-S/PKI). Meski bebas, naskah Tetralogi Buru tidak dengan mudah ikut bebas keluar dari Pulau Buru. Pasalnya setiap tahanan yang dipulangkan selalu mengalami penggeledahan.
 
Naskah tersebut berhasil sampai ke Jakarta dengan selamat atas bantuan kawan-kawan Pram di tahanan. Mereka membantu menyelundupkan dan menyembunyikan naskah tersebut agar terhindar dari penggeledahan tersebut.Hingga saat ini, empat judul dari Tetralogi Buru itu seluruhnya masih beredar dan bisa dibaca. Begitu juga beberapa karya lainnya, seperti Arok Dedes, Mangir, Bukan Pasar Malam, dan Gadis Pantai.(BS02)
 

Tags
beritaTerkait
Gubernur Sumut Apresiasi Lomba Vokal Idola Nostalgia II Sumut 2023
 Komnas HAM: Pengangkatan Novel dkk ASN Polri Jadi Pengakuan Kekeliruan TWK
Diperoleh Petunjuk Signifikan, Polri:Kasus Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan
Uji Klinis Suplemen Herbal Nutrafor CHOL Turunkan Lemak Darah
Penuhi Hasrat Penggemar, Novel Serendipity Diangkat ke Layar Lebar
Presiden Jokowi Tegaskan Akan Terus Kejar Kapolri Soal Penyidikan Kasus Novel
komentar
beritaTerbaru
hit tracker