Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah ruangan di lantai 1 gedung utamà Mapolda Sumut, Jalan SM Raja, No.60, Km.10,5, Senin (30/01/2017) pagi.
Jenderal bintang dua tersebut berjalan diiringi pengawal pribadi melintas dari ruangan Yanma & Setum menuju Telematika dan Humas. Tak hanya dia, bersama Kapoldasu juga hadir Direktur Eksekutif Lembaga Kepolisian Republik Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan. Rycko kemudian masuk ke dalam ruangan Teknologi dan Informasi (TI).
Tak lama di situ, kemudian Rycko menyempatkan diri melihat kamar mandi yang baru saja selesai direnovasi. Sesekali dia masuk ke dalam kamar mandi pria dan wanita. Ada Dirkrimsus Kombes Pol Toga Habinsaran Panjaitan dan Dirkrimum Kombes Pol Nur Fallah yang ikut mendampinginya. "Ini dikasih alas kaki karpet di sini. Ini diberi Kayanma untuk membenahi kamar mandi ini," ujar Rycko.
Selanjutnya Rycko masuk ke ruang Humas, ke ruangan M2C sebelum akhirnya kembali ke ruang tengah dan menuju pintu masuk utama gedung Mapolda Sumut. Dalam kesempatan itu, Irjen Rycko tidak memberi komentar sedikit pun.
Direktur Eksekutif Lembaga Kepolisian Republik Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan mengatakan, kedatangannya ke Poldasu untuk memantau kesiapan untuk penerapan program E-Policing. Dia bilang, sejauh ini Polda Sumut telah siap untuk itu. "Apresiasi untuk Polda Sumut untuk kesiapannya. Nanti akan ada rapat lagi sejumlah polda di sini. E-Policing adalah program untuk percepatan memberi pelayanan kepada masyarakat," ujar Edi.
Dikatakan Edi, saat ini masyarakat sangat membutuhkan program E-Policing.Mantan komisioner Kompolnas tersebut menuturkan, selanjutnya akan ada uji coba, pematangan kesiapan, sebelum akhirnya diresmikan Kapolri pada 5 Februari mendatang.
Sekadar informasi, Electronic Policing (e-policing) merupakan pemolisian di era digital yang dapat mendukung pelayanan kepolisian yang prima yaitu cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif dan mudah diakses. Selain segi positif, globalisasi juga membawa permasalahan sosial yang berkaitan dengan gangguan keamanan ataupun kejahatan yang terjadi dalam masyarakat akan semakin kompleks dan semakin canggih karena semakin sistematis terorganisir secara profesional dan memanfaatkan teknologi dan peralatan peralatan modern yang dilakukan oleh orang-orang yang ahli/profesional. Tentu saja kejahatannya akan semakin sulit untuk dicegah, dilacak dan dibuktikan.(BS04)
Tags
beritaTerkait
komentar