Senin, 04 Mei 2026
Bekali Siswa SMA Taruna Nusantara

Presiden Jokowi: Ke depan, Perangnya Bukan Fisik Tapi Budaya

Senin, 30 Januari 2017 07:00 WIB
Presiden Jokowi: Ke depan, Perangnya Bukan Fisik Tapi Budaya
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Sekolah Menengah Atas (SMA) Taruna Nusantara, yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (27/01/2017).

Dalam kesempatan ini, Presiden memberikan pembekaan kepada 1.106 siswa SMA Taruna Nusantara yang berasal dari seluruh Indonesia.

Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa di era keterbukaan ke depan persaingan antarnegara termasuk antar sumber daya manusianya akan semakin ketat dan sengit.

Ia memberikan contoh, misalnya di kawasan ASEAN sudah dibuka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan tidak bisa dicegah. “Nanti (keterbukaan) sudah antar kawasan, bisa di kawasan ASEAN dan kawasan Uni Eropa, bisa. Keluar masuk semuanya bebas, tidak pakai KTP, tidak pakai paspor,” ujar Presiden, seperti dilansir setkab.go.id.

Artinya, lanjut Presiden, bangsa Indonesia harus siap, tidak hanya harus pintar tetapi juga perlu keberanian untuk berkompetisi.

Presiden menjelaskan, saat ini penguasaan sebuah negara tidak lagi dengan menguasai teritori atau wilayahnya melainkan menguasai sumber daya alam maupun sumber-sumber ekonominya.

“Perangnya bukan perang fisik lagi ke depan, tapi perang budaya. Hati-hati, perangnya sudah perang informasi sehingga negara tertentu menjadi lemah karena sebuah persepsi,” terang Presiden Jokowi.

Saat ini, lanjut Presiden, perangnya bukan lagi perang tembak-tembakan tapi perang arus modal masuk. Sebuah negara bisa hancur karena serangan ekonomi. “Bisa terjadi. Sudah terbukti dan anak-anak semuanya tahu,” ujar Presiden seraya mengingatkan anak-anak yang hadir agar hati-hati dengan serangan-serangan tersebut.

Oleh sebab itu, tegas Presiden, dibutuhkan sebuah jiwa dan nilai-nilai yang baru. Yang akan dibangun ke depan, lanjutnya, bukan anak-anak yang manja tapi anak-anak yang siap untuk bertarung, berkompetisi, atau bersaing dengan siapapun.

“Yang akan kita hadapi (ke depan) memang dunia persaingan, dunia kompetisi. Tidak cukup hanya dibekali masalah matematika, tidak cukup hanya dibekali masalah ilmu biologi,” tutur Presiden Jokowi.

Meski demikian, Presiden mengajak siswa-siswi SMA Taruna Nusantara untuk tidak takut. Ditegaskan Presiden, bangsa Indonesia harus optimistis dalam memenangkan kompetisi tersebut karena sudah menyiapkan diri. “Tidak perlu takut, tidak perlu khawatir,” pungkasnya.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan ini Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Mendikbud Muhadjir Effendy, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Kualitas Pendidikan di Sumatera Utara Masih Timpang, Akademisi Tawarkan Solusi Strategis
Guru Hebat, Indonesia Kuat! Peringatan HGN ke-80 di MAS Proyek Univa Medan Penuh Makna dan Kebersamaan
Dari Pesisir Sunyi ke Panggung Negeri: Kisah Patimah MPd Bawa Wanita Pantai Labu Berdaya
Kapolres Pematangsiantar Kunjungi Yayasan Rumah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus
Gubernur Sumut Lantik Kepala BPSDM dan Kepala Dinas Pendidikan
Silaturahmi Presiden dengan Rektor, Sinergi Pemerintah dan Pendidikan Tinggi untuk Masa Depan Bangsa
komentar
beritaTerbaru
hit tracker