Sabtu, 01 Agustus 2026

Kepala SAR Nasional dan Gubernur Sumut Tandatangai MoU Operasional Helikopter SAR di Sumut

Selasa, 10 Januari 2017 14:48 WIB
Kepala SAR Nasional dan Gubernur Sumut  Tandatangai MoU Operasional Helikopter SAR di Sumut
beritasumut.com/BS03
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Gubernur Sumut Ir HT Erry Nuradi MSi melakukan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama operasional helikopter SAR Provinsi Sumut dengan Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya FHB Sulistiyo di Pangkalan Udara Lanud Suwondo Medan, Selasa (10/01/2017).

Hadir dalam kegiatan tersebut para Deputi SAR Nasional, Forum Koordinasi Pimpinan Sumut, Ketua PMI Sumut, Danlanud Suwondo Medan, dan para perwakilan Organisasi Kemasyarakatan.

Dalam sambutannya Gubsu mengatakan bahwa berdasar Geografis, geologis, demografis dan Klimatologis Provinsi Sumut masuk dalam kategori rawan bencana. Baik disebabkan faktor alam, non alam, dan perbuatan manusia.

Hal ini juga diperkuat dengan indeks resiko bencana Tahun 2015 bahwa dari 33 Kabupaten Kota di Sumut masuk dalam kategori tinggi sehingga memerlukan investigasi, kesiapan, kesiagaan dalam menghadapinya. Termasuk melakukan tindakan cepat, tepat, terkoordinir dan terpadu sehingga penyelenggaraan penanggulangan bencana bisa efektif dan efisien untuk mengurangi resiko kematian dan kerugian harta benda. Oleh karenanya dibutuhkan keterlibatan lembaga, badan dan berbagai pihak melalui koordinasi dan terintergrasi secara baik.

"Hari ini kita melihat satu unit heli yang cukup canggih dan menjadi kebanggaan kita bersama. Tentunya keberadaan heli ini memberikan dukungan kapasitas baik sarana dan prasarana maupun kompetendi sumber daya manusia dalam kesiapsiagaan, pencarian dan pertolongan korban bencana," ujar Gubsu.

Dikatakan Gubsu beberapa bencana alam yang terjadi di wilayah Sumut diantaranya gempa bumi, gunung api, tsunami, banjir, tanah lonsor,  kebakaran hutan dan lahan,  serta bencana sosial lainnya. Oleh karena perlu adanya upaya yang dilakukan untuk menurunkan indeks dari resiko bencana tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan Pemprovsu adalah dengan menyurati ke Kabupaten Kota agar meningkatkan kewaspadaan bencana banjir dan tanah lonsor sejak bulan November 2016 hingga Februari 2017 karena kondisi iklim yang ekstrim.

Dijelaskan Gubsu penempatan Heli SAR di Medan tidak lepas dari permohonan pihaknya kepada SAR Nasional melihat kondisi Sumut dan beberapa Provinsi sekitarnya yang rawan bencana.

"Alhamdulillah permohonan kita itu disetujui. Kita patut berterima kasih kepada Kepala SAR Nasional dan Basarnas. Kita berharap Heli Basarnas ini bekerja khususnya program kemanusian dan kegiatan lain. Mudah-mudahan ini akan bermanfaat," ujarnya.

Sementara itu Kepala SAR Nasional Marsekal Madya FHB Sulistiyo mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik untuk bisa hadir dengan cepat ke daerah bencana sesuai dengan standart  SAR internasional. Salah satunya dengan menempatkan Helikopter Sar di Kota Medan. Keberadaan Heli ini lanjut Sulistiyo kawasan bencana di Sumatera bagian utara dan tengah yakni Aceh, Sumut, Padang, Pekan Baru, dan Jambi.
 
"Dengan wilayah ada setidaknya dibutuhkan 15 Heli untuk mendukung kinerjanya. Saat ini yang baru ada 5 unit dan secara bertahap akan ditambah sesuai dengan kemampuan anggaran. Setidaknya dengan penempatan Heli di Medan akan dapat mencover wilayah yang tadi saya sebutkan," ujar Marsekal Madya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala SAR Nasional berharap pemanfaatan Heli nantinya bisa didesain secara baik sehingga bisa dirasakan masyarakat terhadap jaminan pelayanan keselamatan masyarakat.

"Manajemen Operasional Heli harus ditata secara baik oleh Basarnas, TNI AU dan Pemda," harapnya.

Dijelaskannya ada dua hal yang selama ini gencar dilakukan SAR Nasional dan  komponen gabungan yakni menjadi bagian dengan Komunitas SAR Internasional. Oleh karenanya SAR Nasional tidak lepas dari negara-negara sahabat karena menjadi bagian dan diatur dengan organisasi Internasional.

"Oleh karena itu kita bersama Basarnas dan komponen gabungan gencar membangun untuk mendapatkan pengakuan bahwa kita patut diperhitungkan. Dalam tugas kemanusian kita sudah diakui oleh tujuh negara besar," pungkasnya.(BS03)

Tags
beritaTerkait
Sarang Narkoba di Area Perkebunan dengan Pengamanan Sejumlah CCTV Digerebek Polisi di Sei Mencirim, Seluruh Barak Rata Dibumihanguskan
Adanya Bukti Damai, Putri Saraswati Berharap Roberto Dibebaskan dari Polrestabes Medan
Pertamina Sumbagut Hadirkan Pasar Murah untuk 1.000 Warga di Padang
Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar
Dari Budaya ke Kelas, Penguatan Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Merdeka di Sumatera Utara
Dimanja AI, Daya Juang Belajar Siswa di Sumatera Utara Perlu Dibangkitkan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker