Sabtu, 06 Juni 2026

Mau Jenguk Anak Sakit, Parbetor Diusir dari Parkiran RSUD dr Pirngadi

Rabu, 16 November 2016 22:30 WIB
Mau Jenguk Anak Sakit, Parbetor Diusir dari Parkiran RSUD dr Pirngadi
BERITASUMUT.COM/IST
RSUD Dr Pirngadi Medan.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-M Sofyan warga Jalan Sekata, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat mengaku mendapat perlakuan diskriminatif dari RSUD dr Pirngadi Medan.Sofyan yang berprofesi sebagai penarik becak bermotor (parbetor) diusir dan tidak diperbolehkan parkir di rumah sakit milik Pemko Medan itu.
 
Kejadian ini bermula saat Sofyan dengan becak bermotornya masuk ke halaman RS Pirngadi untuk melihat anaknya, Indah Soraya (15), yang sedang mendapatkan perawatan intensif di Ruang Asoka, Lantai 2, rumah sakit itu, Rabu (16/11/2016).Saat dirinya sedang memarkirkan betornya, Sofyan dihampiri oleh salah seorang wanita bertubuh gempal yang diketahui sebagai petugas parkir di sana."Dia datangi saya, terus dia bilang gak boleh parkir di sini," ujar Sofyan.
 
Sofyan mencoba menjelaskan kepada juru parkir tersebut, bahwa kedatangannya bukanlah untuk mencari penumpang. Melainkan untuk menjenguk anak ketiganya yang sedang sakit parah."Sudah saya bilang, maksud kemari bukan mencari penumpang, tapi mau lihat anak yang sakit. Namun petugas parkir tetap melarang dan bilang, nggak boleh parkir. Saya tanya, siapa yang melarang? Rumah sakit, katanya," jelas Sofyan.
 
Tak ingin berdebat panjang, Sofyan pun memilih mengalah dan memarkirkan betornya di luar area rumah sakit atau tepatnya di pinggir Jalan Sibolangit."Terpaksa parkir di luar, mau bagaimana lagi. Anak kan tetap harus dijenguk," jelasnya.
 
Saat hal ini dikonfirmasi ke Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi, Edison Perangin-angin, menurutnya hal tersebut memang sudah ketentuan dari rumah sakit yang tidak memperbolehkan becak bermotor untuk parkir di areal RS Pirngadi.Hal ini dilakukan, kata dia, agar tidak menghalangi pasien darurat yang akan mendapatkan perawatan."Memang nggak boleh. Nanti malah menghalangi pasien yang darurat," ujarnya.
 
Namun lanjut Edison, untuk kasus seperti ini, dirinya meminta agar juru parkir dapat lebih selektif. Yakni dengan memilah antara keluarga pasien dan yang bukan."Kalau memang ada seperti itu, nanti kita minta petugasnya harus selektif. Karena kan tidak mungkin juga petugas itu sampai mengecek langsung," pungkas Edison. (BS03)
 

Tags
beritaTerkait
Kunjungi Pebetor Korban Begal, Camat Belawan Sampaikan Tali Asih dari Walikota Medan
Dukung Penanganan Sampah, DLH Akan Support Seluruh Lingkungan Miliki Betor Pengangkut Sampah
 Pemko Medan Data Usaha Istri Pebetor untuk Program Pelatihan dan Bantuan Peralatan Usaha
 Terima Aksi Pengemudi Betor, Bobby Nasution: Kita Akan Perbaiki Ekonomi Keluarganya Dulu
Pemko Medan Serahkan Bantuan Sosial Kepada 17.229 Orang Pengemudi Ojol, Betor dan Angkot
Walikota Medan Ajak PT Tokopedia Bantu Majukan Usaha Ibu-Ibu Nelayan dan Betor
komentar
beritaTerbaru
hit tracker