Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaku penanganan pengungsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara rumit. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran persnya, Selasa (01/11/2016).
"Memang rumit penanganannya. Selain karena gunungnya masih terus erupsi, terbatasnya lahan untuk relokasi dan lahan pertanian, juga disebabkan terbatasnya kapasitas di Pemda Karo. Konflik sosial antara pengungsi dengan Pemda (Pemerintah Daerah) dan masyarakat juga makin menyulitkan kita dalam penanganan pengungsi," ungkap Sutopo.
Dia mengakui, tiga langkah penanganan pengungsi telah dilakukan BNPB. Selain itu, pihaknya juga telah menganggarkan bantuan sebesar Rp 190,6 Milyar kepada Pemda melalui dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi tahun 2015 lalu.
"Kenyataannya, beberapa warga akan direlokasi di Siosar hanya mampu menampung 900-an KK. Sedangkan lahan usaha tani yang sudah menentukan pilihan 600. Diharapkan untuk lahan usaha tani ini selesai pada Desember 2016. Sedangkan pembangunan huntap akan melewati tahun 2016 dan dilanjutkan 2017," sambungnya.
Dijelaskannya, sambil menunggu pembangunan huntap maka warga akan tetap diberikan bantuan sewa lahan dan sewa rumah dari dana siap pakai BNPB. Jadi, jelasnya, total bantuan relokasi mandiri Rp 110 juta per KK yang terdiri dari bantuan dana rumah senilai Rp 59,4 juta per KK dan bantuan lahan usaha tani senilai Rp. 50,6 juta per KK.
"Kuncinya adalah ketersediaan lahan. Jika lahan tersedia maka proses relokasi untuk huntap dan lahan pertanian masyarakat dapat berjalan cepat. Sebab pengungsi sudah ingin direlokasi. Anggaran dari BNPB juga tersedia. Termasuk dukungan lain dari pemerintah pusat kepada Pemda sudah sangat memadai," tutupnya. (BS02)
Tags
beritaTerkait
komentar