Selasa, 21 April 2026

Awas, Kawasan di Fly Over Amplas Rawan Pemalakan

Rabu, 19 Oktober 2016 20:45 WIB
Awas, Kawasan di Fly Over Amplas Rawan Pemalakan
BERITASUMUT.COM/BS04
Salah seorang korban pemalakan, Ramadhani saat berada di Mapolsek Patumbak.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Berhati-hatilah saat berada di kawasan Fly Over Amplas. Jangan sampai Anda jadi korban seperti yang dialami oleh Angga (21) asal Tebingtinggi, Ade (22) asal Kisaran dan Ramadhani (25) asal Dolok Masihul. Ketiganya menjadi korban pemalakan 'preman setempat' di bawah jembatan layang atau Fly Over Amplas, Selasa (18/10/2016) dinihari.
 
Kejadian ini bermula saat ketiganya datang ke Medan untuk mencari kerja di Jalan Brigjen Katamso, Medan. Sebelumnya, mereka mendapat info dari jejaring sosial facebook mengenai adanya lowongan pekerjaan di bidang elektronik.Sesampainya di lokasi, ternyata lowongan yang ditawarkan berbeda dengan apa yang mereka prediksi sebelumnya. Mereka malah ditawari untuk bergabung di Multi Level Marketing (MLM) Q Net. Mendengar itu, merekapun enggan untuk ikut bergabung.
 
Malam itu juga mereka memutuskan pulang ke kampung halaman masing-masing dengan menumpang angkutan kota (angkot) jurusan Terminal Amplas. Dari Terminal Amplas mereka berencana menyambung dengan angkot lain tujuan kampung halaman ketiganya.Sesampainya di bawah Fly Over Amplas, Selasa (18/10/2016) dinihari, sekira jam 01.00 wib, ketiganya pun turun dari angkot untuk menyambung angkot lainnya.
 
Angkot yang ditunggu tak datang, malah tiga 'pemuda setempat' yang datang."Pas nunggu angkot, kami didatangi 3 orang. Kami nggak kenal, mereka bilang preman situ (Amplas). Kami dituduh perampok sama orang itu, terus kami dibawa terpisah," kata Angga di Mapolsek Patumbak, Rabu (19/10/2016).Angga dan Ramadhani dibawa ke perbatasan Medan-Tanjungmorowa, sementara Ade menambahkan dibawa ke jembatan di Jalan Damai.
 
"Di situ (jembatan Jalan Damai), saya dipaksa untuk menyerahkan handphone (HP) dan uang. Habis itu, yang ngompas (malak) aku pergi gitu aja," ujar Ade manambahkan.
 
Beruntung, tak berapa lama Patroli Polsek Patumbak lewat. Melihat itu, Ade langsung meminta pertolongan kepada petugas patroli tersebut. "Untung ada pak polisi, saya panggil dan saya ceritakan kejadiannya," imbuhnya lagi.
 
Sementara di tempat terpisah (perbatasan Tanjungmorawa), Angga dan Ramadhani sempat melawan 'preman setempat' yang membawa mereka.Adu pukul pun terjadi antara kedua korban dan ketiga pelaku. "Aku herannya bang, banyak orang di kedai dekat situ, tapi nggak ada yang nolong kami," ucap Angga yang diamini Ramadhani.
 
Tak berapa lama, Ade yang bersama petugas patroli Polsek Patumbak tiba di lokasi kejadian. Kedatangan polisi itu, membuat para 'preman setempat' itu kelabakan dan berusaha melarikan diri.
 
Dua dari ketiga pelaku berhasil kabur, sementara satu pelaku lainnya, Roy tak seberuntung kedua rekannya. Dia berhasil dibekuk petugas Patroli Polsek Patumbak."Semalam (Selasa) kawanku, Angga sama Ade sudah dimintai keterangan sama polisi. Saya hari ini (kemarin)," kata Ramadhani.
 
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Patumbak, AKP Ferry Kusnadi menyatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap 2 pelaku lainnya."Kita lagi mengejar dua pelaku lainnya," kata Ferry singkat.(BS04)
 

Tags
beritaTerkait
Wartawan Senior Dibegal di Amplas
Polda Sumut Ambil Alih Kasus Preman dan Pedagang Pasar Gambir Saling Lapor
Oknum Polisi Lakukan Pemerasan kepada Pelaku UMKM, Polrestabes Medan Akan Lakukan Tindakan Tegas
Kapolda Sumut Sidak ke Mapolsek Patumbak
Dibegal di Fly Over Amplas, Rela Sembiring Kehilangan Sepeda Motor
Lompat dari Fly Over Amplas, Nyawa Laura Sinaga Masih Bisa Diselamatkan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker