KADIN Medan Apresiasi TNI AL Tangkap Begal di Belawan, Dinilai Tingkatkan Keamanan
KADIN Medan apresiasi TNI AL tangkap begal di Belawan. Langkah tegas dinilai tingkatkan keamanan dan kepercayaan dunia usaha.
Peristiwa
Beritasumut.com-Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) menilai penangkapan Ketua APBMI Herbin Polin Marpaung (47) oleh timsus Polda Sumut dalam penyelidikan kasus Dwelling Time Pelabuhan Belawan merupakan bentuk kekeliruan.
APBMI bahkan menuding pihak kepolisian tak paham mekanisme bongkar muat di Pelabuhan.
Pernyataan tersebut Wakil Ketua APBMI AJP Sidabutar didampingi Kabid Hukum, Parulian Simbolon dan Bendahara Salomo Nababan kepada wartawan di kantornya Jalan Karantina, Medan, Jumat (07/10/2016). Dalam kesempatan itu, AJP Sidabutar menjelaskan, permasalahan Dwelling Time yang selama ini disoal Presiden RI Joko Widodo tidak berkaitan dengan mekanisme tugas APBMI dalam proses bongkarmuat.
"Kita menilai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan pihak kepolisian itu tidak berhubungan dengan persoalan Dwelling Time sebagaimana yang diatensikan Presiden Jokowi maupun Kapolri. Karena itu kita menganggap Polisi tidak paham mekanisme bongkarmuat yang ada di Pelabuhan Belawan, karena masalah yang dikerjakan HPM (tersangka) itu persoalan bisnis dalam hubungan sejumlah perusahaan dengan perusahaan bongkarmuat," ungkapnya.
Selain itu, Kabid Hukum APBMI Parulian Simbolon menambahkan, mekanisme maupun tarif biaya bongkarmuat sebesar Rp141 juta itu disepakati berdasarkan kesepakatan bersama seluruh stakeholder dan instansi terkait yang ada di Pelabuhan Belawan termasuk Pelindo dengan rujukan dari Kementerian Perhubungan.
"Sebab itu APBMI merasa dikambing hitamkan sebagai penyebab persoalan Dwelling Time berkaitan OTT yang dilakukan pihak kepolisian itu. Karena pada dasarnya lingkup tugas APBMI hanya sampai dibatas Dermaga Konvensional, sedangkan persoalan Dwelling Time lebih berhubungan Dermaga BICT (Belawan Internasional Continer Terminal) yang merupakan wewenang penuh Pelindo," sebut Parulian.
Dalam kesimpulannya, APBMI menyiratkan, seharusnya pihak kepolisian melakukan penyelidikan lebih mendalam terhadap pihak Pelindo sebagai Otoritas Pelabuhan Belawan. Pasalnya mekanisme maupun tarif biaya bongkarmuat telah sesuai kesepakatan bersama seluruh stekholder merujuk kebijakan Kementerian Perhubungan.
"Harus seperti apa pihak kepolisian melakukan penyelidikan, bukan merupakan ranah kita. Tapi dalam kasus ini mekanisme yang ada merupakan kesepakatan bersama," timpal AJP Sidabutar lagi.
Selain itu melalui Pengacaranya, Agam S, APBMI mengaku berencana akan melakukan upaya hukum berkaitan penggeledahan yang dilakukan pihak kepolisian di Kantor APBMI beberapa waktu lalu karena dianggap tidak sesuai prosedur.
Begitu juga mengenai OTT yang dilakukan terhadap Ketua APBMI pihaknya sudah berkordinasi dengan pengurus pusat untuk menelisik latar belakang persoalan tersebut untuk mengambil langkah hukum.
Terpisah, Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Nur Fallah menyebutkan, tudingan pihak APBMI merupakan hal wajar. Namun pihaknya yakin ada kejanggalan dalam proses kesepakatan dan mekanisme bongkarmuat yang melibatkan HPM. "Silahkan saja mereka menganggap polisi tidak memahami soal Dwelling Time, yang jelas kita yakin ada penyimpangan dalam mekanisme bongkarmuat disana," jelasnya.
Selain itu, Nur Fallah menambahkan, pihaknya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap beberapa orang dari sejumlah Instansi terkait di Pelabuhan Belawan, Rabu (12/10/2016) mendatang.
"Pemeriksaan kita jadwalkan Rabu terhadap beberapa orang dari pihak Instansi, tapi belum tahu dari Instansi mana," pungkasnya.(BS04)
KADIN Medan apresiasi TNI AL tangkap begal di Belawan. Langkah tegas dinilai tingkatkan keamanan dan kepercayaan dunia usaha.
Peristiwa
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan peserta, operator perusahaan, dan mentor Program Magang Nasional (MagangHub Kemnaker)
Ekonomi
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan bahwa keselamatan pekerja tidak boleh dipertaruhkan.
Ekonomi
beritasumut.com Pertamina Patra Niaga kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dalam ajang Program Penilaian Peri
Politik & Pemerintahan
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Fuel Terminal (FT) Krueng Raya meresmikan Foodcourt UMKM Desa Meunasah M
Ekonomi
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Medan mempertegas komitmennya dalam mendukung pembangunan keluarga dan kesej
Pendidikan
Implementasi Permendag 24/2025 tersendat, KADIN dorong sinkronisasi kebijakan dan skema impor plastik bekas terkendali.
Ekonomi
Kemnaker kembali membuka program Pembinaan dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum Batch 2 dengan kuota 2.100 pesert
Pendidikan
beritasumut.com Kualitas pendidikan di Provinsi Sumatera Utara masih menghadapi berbagai tantangan serius, terutama terkait kesenjangan an
Pendidikan
beritasumut.comKamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Medan memperingatkan potensi tekanan inflasi pangan akibat kelangkaan bahan baku plas
Ekonomi