Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Selain narkoba, judi merupakan salah satu atensi Kapolri. Oleh karena itu, Kapoldasu, Irjen Pol Raden Budi Winarso menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk praktik perjudian di Sumatera Utara."Komitmen Kapolda tidak boleh ada judi di Sumut. Kalau pun ada segera laporkan kepada kami (Polisi)," tegas Kapoldasu diwakili Kasubbid Penmas Bid Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan, Minggu (2/10/2016).
Sementara itu, mengenai tudingan yang mengarah kepada Kapolda dan Kapolrestabes Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, yang diduga menerima upeti dari bandar judi tembak ikan di Medan dibantah Nainggolan."Tuduhan yang dimaksud tidak ada. Karna komitmen Kapolda (Sumut), sampai Kapolri tidak boleh ada judi," ujar mantan Kapolres Nias tersebut.
Dia pun tak menampik, dengan luas wilayah Sumut, masih terdapat praktik perjudian di masyarakat. Untuk itu, kata Nainggolan, agar masyarakat membantu kinerja polisi dengan memberikan informasi."Jika pun memang ada (judi), itu hanya saja masalah waktu.Terimakasih telah memberikan informasi. Tadinya tak tau, kini menjadi tau. Yang pasti semua akan kita sikat," ujar Nainggola seraya menambahkan jika Polda Sumut tidak akan tebang pilih dalam memberantas perjudian di Sumut, khususnya Medan.
Sebelumnya, pengamat hukum Julheri Sinaga mengatakan, penegak hukum seharusnya menjalankan atensi Presiden dan Kapolri."Kita sangat prihatin, bila atensi Presiden dan Kapolri ini tidak dijalankan oleh Polda (Sumut). Jelas ini sudah pelanggaran hukum yang dilakukan oleh kepolisian. Dengan melakukan pembiaran, betul berarti polisi tebang pilih dalam memberantas perjudian di Medan," ujarnya beberapa waktu lalu.
Dengan demikian, kata dia, masyarakat akan berprasangka buruk terhadap kinerja kepolisian. Dia menduga, jika pihak kepolisian juga menjadi dalang dalam membekingi dan penerima setoran dari mafia judi.(BS04)
Tags
beritaTerkait
komentar