Jumat, 08 Mei 2026

Ayahnya Ditangkap Polisi, 2 Anak SD Tidur di Polres Binjai

Kamis, 29 September 2016 13:08 WIB
Ayahnya Ditangkap Polisi, 2 Anak SD Tidur di Polres Binjai
beritasumut.com/BS08
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Hujan deras yang melanda Kota Binjai kemarin, menjadi salah satu saksi alam yang ikut mengantarkan kesedihan Rudi Hartono di kantor lakalantas Polres Binjai, Rabu (28/09/2016) jam 23.00 WIB.

Pasalnya bapak 2 anak yang menetap di Jalan Rambutan, Binjai Selatan itu diamankan dan dijebloskan ke penjara oleh polisi, karena tidak bisa menutupi sisa uang perdamaian dengan keluarga korban kecelakaan yang dialaminya pada November 2015 lalu tersebut.

Sebagai ayah dan ibu bagi 2 anaknya yang masih duduk di kelas 4 dan kelas 6 sekolah dasar, Rudi harus banting tulang untuk membiayai 2 buah hati hasil pernikahan dengan istrinya yang kini 'pergi' ke Batam. Tapi, setelah dijebloskan ke dalam penjara oleh polisi, Rara dan Rere, anak Rudi pun ikut 'tidur' di bangku rotan yang ada di kantor yang dikomandoi IPTU Salmiati tersebut.

Saat Rudi menjalani pemeriksaan di unit lakalantas, Rara dan Rere juga ikut mendampingi ayahnya. Agar kedua anaknya tidak mengetahui dia akan dipenjara, Rudi meminta agar kedua anaknya biar tidur dulu, agar tidak melihat ayahnya masuk penjara.

Seolah tidak mengerti kondisi yang dialami Rudi, polisi ngotot untuk menahan Rudi. Karena korban yang ditabrak Rudi adalah keluarga Kasi Propam Polres Binjai, Aiptu Riyatno. Bahkan kerabat Rudi yang merasa empati, datang ke Polres untuk membawa kedua anak Rudi ke rumahnya, agar dijaga selama Rudi berada di dalam penjara.

Sikap arogansi polisi kembali terlihat, karena polisi mengaku bertanggungjawab dengan 2 anak Rudi yang tidur di bangku rotan di ruangan pemeriksaan lakalantas polres Binjai. "Ini (Rara dan Rere) tanggungjawab kami. Saya akan bawa mereka ke rumah saya saja," kata Salmiati.

Kapolres Binjai AKBP MR Salipu SIK MSi yang datang ke unit Lakalantas polres Binjai mengaku bahwa pada November 2015 lalu, Rudi menabrak seorang pejalan kaki. Setelah masuk rumah sakit, korban meninggal dunia.

"Antara korban dan pelaku sudah membuat perdamaian. Namun, Rudi belum sanggup untuk memenuhi uang perdamaian dengan korban," kata Kapolres.

Kapolres yang hobby lari itu juga menyayangkan sikap anggota lakalantas Polres Binjai, karena mengendapkan kasus itu selama 10 bulan. Padahal, penyidik sudah memberi surat panggilan pemeriksaan ketiga pada bulan April 2016 lalu.

"Kenapa tidak pada bulan itu langsung kalian amankan dan bawa ke polres. Mengapa ada waktu hingga hampir 6 bulan seperti ini," tanya mantan Kaden Gegana Brimob Polda Gorontalo itu kepada penyidik unit laka lantas.

Rudi mengaku kalau dirinya khawatir dengan kondisi 2 anaknya yang masih butuh kasih sayang Rudi. "Kehadiran saya sangat dibutuhkan 2 anak saya. Saya tidak tahu bagaimana kondisi anak saya, kalau saya tidak ada di tengah-tengah mereka. Ibu mereka sudah lama pergi meninggalkan mereka ke Batam," katanya.

Dengan mata berlinang, Rudi sudah memohon kepada polisi untuk tidak menahan dia. Rudi juga berjanji akan memenuhi panggilan polisi. "Saya bilang, malam ini janganlah menahan saya. Kasihan anak saya, tidak ada yang menjaga. Tapi polisi tidak mengerti," katanya sedih.(BS08)

Tags
beritaTerkait
Peringati HUT ke-29, Pertamina Sumbagut Gelar Nuzulul Qur’an dan Santuni Anak Yatim
Sambut Ramadan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Salurkan Santunan bagi Anak Yatim
Angka Lakalantas Turun 68 Persen, Polda Sumut Maksimalkan Pengamanan Arus Balik
Wakil Walikota Medan Apresiasi Kepedulian DPD REI Sumut kepada Anak Yatim Piatu dan Dhuafa
Wujudkan Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak Pasca Perceraian, Pemko Binjai Bersama PA Kota Binjai Laksanakan Penandatanganan Kerjasama
Serahkan Bantuan ke UPTD PS Anak dan Balita Medan, Kepala Dinas Sosial Sumut Apresiasi IWABA Medan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker