Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Untuk pertama kalinya kota Pematangsiantar menggelar Pawai 10.000 Obor dalam rangka malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Pawai yang dilepas Penjabat (Pj) Walikota, Drs Jumsadi Damanik SH MHum ini diawali dengan penyalaan api obor oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar, Drs M Ali Lubis kepada Pj Walikota, Selasa (05/06/2016) pukul 20.00 WIB di Jalan Merdeka, depan Balai Kota Pematangsiantar.
Sebelum melepas dan turut serta berjalan kaki bersama ribuan umat, Pj Walikota mengajak seluruh warga Kota Pematangsiantar, untuk merayakan hari kemengangan dari Allah SWT dengan penuh sukacita dan kedamaian. Dengan kemenangan melalui puasa selama sebulan, Pj Walikota juga mengajak seluruh masyarakat menjadi umat yang semakin meningkatkan keberimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT.
“Kita telah berpuasa selama 30 hari dan malam ini kita merayakan hari kemenangan. Mari seluruhnya kita kumandangkan Allahu Akbar...Allahu Akbar pertanda kemenangan kita yang dari Allah SWT. Mari kita tingkatkan ketaqwaan dan keimanan kita kepada Allah,” ujarnya dilansir dari laman resmi pematangsiantarkota.go.id.
Baca Juga:
Bersamaan dengan itu, Pj Walikota didampingi Kapolres AKBP Dodi Darjanto SIk,MTTA, Dandim 0207/Sml Letkol Oni Kristyono Goendong SH, Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Drs.Natsir Armaya Siregar, Ketua MUI M.Ali Lubis, Kepala Kantor Kementrian Agama H.Abdurahman Harahap MA, serta para pimpinan SKPD lainnya berbaur bersama ribu umat yang turut ambil bagian dalam Pawai Obor tersebut.
Pawai yang mengitari inti kota Jalan Merdeka dan Jalan Sutomo ini mendapat pengawalan ketat aparat Polres Pematangsiantar. Di depan peserta Pawai Obor dipandu mobil vooreders Polres yang disusul barisan Pj Walikota dan Forkopimda. Dibelakangnya ada mobil khusus pengeras suara pengumandang takbir yang disusul pasukan TNI/Polri dan Pramuka.
Baca Juga:
Selanjutnya adalah barisan masing-masing kontingen kecamatan, mahasiswa, para organisasi Islam, Perusahaan Daerah/BUMD, serta masyarakat umum bahkan anak-anak. Semuanya bergembira sembari berjalan memegang obor yang menyala sepanjang perjalanan. Tak mau ketinggalan, masyarakat yang selama ini sudah terbiasa dengan pawai kendaraan pun tetap turut ambil bagian di barisan belakang. (BS02).
Tags
beritaTerkait
komentar